Jumat, 02 Desember 2016

KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP BISNIS INDONESIA

     Kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi kehidupan bisnis di Indonesia, apalagi Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila yang sama seperti komando tetapi berlandaskan pancasila. Pemerintah selaku pemegang perekonomian di Indonesia sering mengeluarkan kebijakannya yang mempengaruhi aspek-aspek kehidupan termasuk bisnis. Kebijakan pemerintah yang dikeluarkan bisa menguntungkan dan merugikan pebisnis. Mari kita ulas kebijakan pemerintah itu, yang pertama kebijakan pemerintah yang menguntungkan para pebisnis Indonesia.

     1. Pemberian Subsidi
     Pemberian subsidi dari pemerintah sangatlah menguntungkan bagi para pebisnis karena mempengaruhi biaya pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya distribusi, dll. Pemberian subsidi dapat menurunkan harga jual juga dan memberikan keuntungan bagi konsumen. Subsidi yang diberikan pemerintah bisa berupa subsidi bahan bakar, listrik, dll.

     2. Pemberian Pelatihan kepada Para Pekerja
     Pemerintah memberikan pelatihan guna menciptakan SDM yang berkualitas tinggi dan mampu bersaing di era MEA dan dapat memajukan perekonomian termasuk lewat jalur bisnis. SDM yang berkualitas sangat dibutuhkan perusahaan maupun bentuk bisnis lainnya.

     3. Pemberian Alat Produksi yang Bagus
     Kemajuan IPTEK sangatlah mempengaruhi tingkat produktivitas, maka dari itu Indonesia harus menyokong IPTEK yang maju agar dapat mengolah bahan-bahan mentah yang berlimpang di negri ini. Saat ini, Indonesia sudah tertinggal jauh sekali dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand dalam kemajuan IPTEK.
     Dalam dunia bisnis, pemerintah masih jarang memberikan alat produksi yang bagus. Yang saya tau, pemerintah memberikannya kepada para petani dengan pemberian traktor, memberikan kepada nelayan berupa radar ikan, dll. Jika para pelaku bisnis di Indonesia bisa merasakan IPTEK yang maju pasti Indonesia akan menyaingi China.

     4. Mengatasi Deflasi Dengan Kebijakan Fiskal
     Deflasi adalah kurangnya jumlah uang beredar di masyarakat dan kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah selaku pemegang perekonomian. Kebijakan fiskal antara lain pengaturan pengeluaran pemerintah, menurunkan tarif pajak, dan mengadakan pijaman pemerintah. Dengan kebijakan ini, masyarakat menjadi normal dalam daya belinya karena uang beredar bisa menjadi normal kembali.

     5. Memberikan Kesempatan Kerjasama Dengan Pemerintah
     Para pebisnis diberikan kesempatan bekerjasama dengan pemerintah guna meningkatkan penjualan dan sekaligus ajang mendapatkan relasi. Program ini sangat memberikan nilai positif baik dari sisi pemerintah maupun pebisnis. Contohnya saja dalam usaha semen dan material bangunan lainnya dan pemerintah sebagai pembangun infrastruktur.

     Dari nilai positif diatas ada pula nilai negatifnya dalam kebijakan pemerintah terhadp bisnis Indonesia seperti:

     1. Penaikan Pajak
     Kenaikan pajak adalamhal yang dapat merugikan pebisnis pasalnya pajak akan menaikan harga produk yang dipasarkan dan dapat menghilangkan selera konsumen atas barang dan jasa yang dipasarkan. 

     2. Pembatasan Qouta Ekspor
     Pemerintah seringkali melakukan pembatasan qouta ekspor dengan alasan pemenuhan produk di dalam negri dulu baru luar negri. Pebisnis yang tau kalau ekspor itu lebih besar pendapatannya akan merasakan kerugian dan bisa saja kehilangan penadah di luar negri karena penadah merasa kecewa atas qouta ekspor yang sedikit.

     3. Pembatasan Qouta Impor
     Sama seperti hal di atas, pembatasan qouta impor juga mempengaruhi produksi para pebisnis. Seperti saja pembatasan impor sapi yang mengakibatkan kurangnya produksi olahan sapi dan menaikan harga produksi. 

     4. Pelarangan Ekspor Dan Impor
     Kebijakan pemerintah terhadap kegiatan ekspor dan impor pasti mempengaruhi kegiatan bisnis Indonesia apalagi pelarangan ekspor dan impor. Yang dilarang dalam kegiatan ekspor antara lain: 
     Bidang pertanian meliputi karet alam yang tidak memenuhi SNI, karet alam dalam bentuk lain selain smoked sheet dan SIR. 
     Bidang kehutanan meliputi kayu bulat, bantalan kereta api dari kayu, kayu gergajian ketebalan melebihi 6 mm, rotan mentah atau setengah jadi, hati rotan serta kulit rotan.
     Bidang perikanan dan kelautan meliputi anak ikan arwana ukuran di bawah 10 cm, ikan botia hidup, ikan napoleon wrasse, benih ikan sidat, udang panaeidae, udang galah. Bidang industri yaitu sisa skrap fero. Bidang pertambangan meliputi bijih timah, pasir alam, batu mulia selain intan dan batu semi mulia, batu mulai atau semi mulia sintetik.Yang dilarang dalam kegiatan impor antaralain: 
     Impor baju, jersey, celana, dan pakaian jadi melalui barang kiriman (Pos, DHL, JNE, Fedex, TNT, dll) lebih dari 10 pieces, maka harus menyerahkan perizinan berupa IT-Produk Tertentu dari Kementerian Perdagangan dan Laporan Surveyor.
     Impor airsoftgun (replika senjata api) harus menyerahkan perizinan berupa surat izin impor senjata api dari Kapolri (meskipun airsoftgun tidak berfungsi sebagai senjata api).
     Impor makanan dan minuman, kosmetik, obat, obat tradisional (herbal), suplemen kesehatan harus menyerahkan perizinan berupa Surat Keterangan Impor (SKI) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Minggu, 27 November 2016

Peluang Dan Tantangan Bisnis Di Era MEA

     MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. Kedatangan MEA bagi negara-negara ASEAN tentu memberikan dampak positif maupun negativ, maka dari itu Indonesia harus menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapinya. Jika tidak, Indonesia akan tertinggal dan memperburuk kondisinya. Berikut adalah peluang bisnis Indonesia di era MEA:

1. Indonesia bisa menjadi pengekspor terbesar
     Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya pasti bisa bersaing dalam MEA. Indonesia hampir mempunyai seluruh SDA dan harus mengolahnya agar bisa menjadi barang jadi agar menciptakan nilai ekonomi yang lebih tingi ketimbang barang mentah. Dari MEA, para pebisnis bisa mengambil peluang usaha dengan mengembangkan teknologi dan mencari SDM yang berkualitas agar dapat mengolah SDA secara efisien dan tidak merusak alam. Dengan cara ini, Indonesia pasti menjadi negara pengekspor terbesar.

2. Mempermudah dalam melakukan perdagangan
     MEA memberikan kemudahan bagi kegiatan ekonomi karena MEA tidak mengenal jarak dan waktu serta halangan yang lain. Kita bebas berdagang antar negara dan membeli baang atau jasa. Dengan adanya MEA, diharapkan para pebisnis Indonesia bisa mengembangkan pasarnya di kawasan ASEAN dan bisa bertaraf internasional.

3. Menjalin relasi internasional
     Dalam dunia bisnis, relasi sangat dibutuhkan dalam kegiatan usaha bisbis, apalagi dengan adanya MEA. Pebisnis dapat melakukan relasi dengan negara-negara ASEAN seperti dengan pemasok barang mentah, penadah barang atau jasa, jasa distribusi, dll. 

4. Menjadi ladang para investor asing
     Pebisnis indonesia dapat mendapatkan investasi asing agar dapat mengembangkan usahanya dan membuat bisnis baru. Kehadiran investor asing di Indonesia masih terbilang sedikit, diharapkan dengan adanya MEA, Indonesia bisa mendapatkan para investor.

     Dari peluang di atas, tantangan para pebisnis Indonesia sebagai berikut:

1. Indonesia harus memiliki SDM yang berkualitas tinggi
     SDM adalah hal yang penting dalam kehidupan bisnis dan ekonomi lainnya, SDM sebagai pekerja harus mempunyai mutu dan kualitas tinggi agar dapat bersaing dengan SDM asing dan diharapkan SDM indonesia mampu memajukan dunia ekonomi Indonesia dan bisa bersaing. 
     Pemerintah harus menciptakan SDM yang baik dengan memberikan pendidikan, pelatihan, dan sosialisai terhadap masyarakat agar mampu menjadi SDM yang berkualitas tinggi.

2. Indonesia harus memiliki IPTEK yang maju
     Indonesia sebagai negara pengekspor bahan mentah tertinggi harus berfikir jika yang dilakukannya itu salah. Indonesia harus mampu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi agar memiliki nilai jual yang tinggi dan bisa menjadi negara industri modern terbesar. 

3. Pebisnis harus tau selera konsumen masyarakat ASEAN
     Suatu produk diciptakan untuk dibeli dan digunakan sesuai selera konsumen, maka dari itu, pebisnis harus tau apa selera konsumen di berbagai negara dan zaman. 

4. Harus menciptakan produk yang berkualitas tinggi
     Produk-produk yang dipasarkan haruslah berkuatis tinggi agar dapat bersaing di pasar MEA dan internasional. Dimasa MEA, persaingan sangat ketat hanya yang kuat dan tangguh yang dapat bersaing, negara ASEAN lainnya pasti mempunyai nilai tambah dan kurang dalam produknya. Harapan kami, semoga barang buatan dalam negri ini mampu menjadi pemegang pasar ASEAN maupun internasional.

5. Para pebisnis harus selalu waspada
     MEA adalah pasar bebas hambatan dalam kegiatan ekonomi dan lainnya dalam kawasan ASEAN. Pebisnis harus selalu waspada dalam berhubungan dengan pelaku bisnis di negara ASEAN lainnya karena MEA juga membawa kriminalitas. Kriminalitas bisa berupa penipuan, melanggar hak cipta, perampasan, dll.


POSISI STRATEGIS UKM BAGI PEREKONOMIAN INDONESIA

Ukm (usaha kecil menengah) memang sedang digalakan karena dapat mendongkrak perekonomian rakyat Indonesia menjadi lebih baik. Ukm sendiri mempunyai posisi yang strategis dan sebagai pelaku bisnis yang tidak bias dipandang sebelah mata. Ukm juga menyerap banyak tenaga kerja sehingga sangat membantu pemerintah dalam menumpas kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu, keberadaan ukm harus didukung penuh oleh pemerintah karena ukm secara langsung memberikan dampak positif bagi perekonomian rakyatnya.
Beberapa keunggulan usaha kecil dibandingkan usaha besar antara lain :
1.    Inovasi dalam teknologi dapat dengan mudah dilakukan dalam upaya pengembangan produk.
2.    Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam usaha kecil.
3.    Kemampuan menciptakan kesempatan kerja yang cukup banyak atau penyerapannya terhadap tenaga kerja cukup tinggi.
4.    Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibanding dengan perusahaan skala besar yang pada umumnya birokratis.
5.    Terdapatnya dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, yang paling menonjol adalah adanya kemampuan penyerapan tenaga kerja. UKM memang mempunyai fleksibilitas yang lebih besar daripada USB (Unit Skala Besar). Hal ini disebabkan karena dalam pengambilan keputusan dan inovasi, USB lebih sering terhambat oleh birokrasi dan kaku. Bagi orang-orang yang kreatif dan inovatif, hal demikian kurang menarik dan terdapat kecenderungan mendirikan usaha sendiri.
Kontribusi besar ukm dan kendalanya
UKM juga menjadi pusat perhatian karena kontribusinya yang besar dalam perekonomian riil. Akan tetapi UKM sering menghadapi kendala-kendala dalam mempertahankan atau mengembangkan usaha (bisnis).
Kendala tersebut antara lain seperti kurang pengetahuan pengelolaan usaha, kurang modal, dan lemah di bidang pemasaran. Selain itu, kondisi pasar yang dihadapi UKM adalah situasi pasar yang monopolistik yang juga merupakan sebuah masalah tersendiri sehingga menyebabkan UKM sulit berkembang.
Untuk mengatasi semua masalah itu UKM harus memiliki strategi bisnis yang tepat. Strategi bisnis yang perlu diambil antara lain adalah sebagai berikut :
1.    Untuk mengembangkan usaha kecil perlu dipelajari terlebih dahulu ciri-ciri definisi/pengertian dan kelemahan-kelemahan serta potensi-potensi yang tersedia serta perundang-undangan yang mengaturnya.
2.    Di badan usaha tersebut diperlukan bantuan manajerial agar tumbuh inovasi-inovasi mengelola usaha kecil berdampingan dengan usaha-usaha besar.
3.    Secara vertikal, dalam sistem gugus usaha, usaha kecil bisa menjadikan diri komplemen-komplemen usaha bagi industri perusahaan produsen utama. Untuk itu diperlukan suatu strategi usaha kecil menjalin kerja sama komplementer dengan usaha-usaha besar.
4.    Kerja sama bisa berbentuk koperasi dan secara bersama-sama beroperasi masuk dalam usaha tertentu. Di Indonesia kemitraan usaha yang berbentuk koperasi merupakan strategi bisnis yang sangat penting, sehingga pemerintah menganggap perlu membentuk departemen khusus untuk menangani UKM dan Koperasi.
Dengan demikian, diharapkan peranan UKM dalam perekonomian di tanah air semakin baik dan signifikan seiring dengan perkembangan Indonesia.



DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP NILAI TAMBAH BISNIS

Saat ini dunia teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan sangat mempengaruhi kehidupan manusia modern. Tak heran jika teknologi mampu mendatangkan keuntungan namun juga kerugian. Contoh lainnya dalam dunia bisnis, teknologi informasi sangat berperan penting dalam dunia bisnis modern karena teknologi informasi bersifat global. Berikut adalah keuntungan teknologi informasi dalam dunia bisnis.
1. Munculnya model bisnis baru yang biasa disebut dengan e-business dan e-           commerce
• E – Business adalah sebuah bisnis yang dalam proses pengelolaan dan transaksi bisnisnya menggunakan sistem jaringan internet. Sehingga tidak memerlukan banyak tenaga kerja dan juga tidak menyita ruang dan waktu. Hal ini menjadikan biaya bisnis dapat ditekan dan lebih efisien.
• E – Commerce adalah sebuah model perdagangan yang dalam transaksinya menggunakan sistem internet (online).
     2. Banyaknya minat dari berbagai perusahaan untuk memperluas cakupan                bisnisnya di dunia maya. Memunculkan lapangan kerja baru, yaitu jasa                pembuatan wesite dan layanan hosting.
     3. Adanya kemudahan dalam memulai sebuah bisnis (wira usaha) dengan                munculnya forum-forum jual beli dan media pertemanan. Karena promosi            menjadi lebih murah. Dan jaringan marketing lebih luas bahkan sampai luar        negeri.
     4.  Membuat konsumen merasa efisien dan praktis
     Konsumen tidak harus datang ke toko cukup mengakses internet dimana saja        kapan saja.
5. Harga barang menjadi lebih murah karena biaya operasional murah.

Dampak negative dari penggunaan teknologi informasi:
1     1. Dengan berlakunya sistem uang online ( ATM, Kartu Kredit, dll)                           memunculkan modus baru dalam pembobolan rekening nasabah Bank.
       2. Berhubung teknologi internet harus selalu didukung dengan listrik, jika                 sewaktu-waktu listrik padam, memungkinkan terjadinya miss-transaksi yang       berpotensi merugikan nasabah dan Bank sendiri.                                                 3.  Dari segi keamanan, data bank yang telah berkomputerisasi sangat rentan             sekali terhadap tindakan peretasan oleh oknum-oknum yang tidak                         bertanggung jawab.




Selasa, 08 November 2016

EONOMI KREATIF

     Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang penopang utamanya adalah informasi dan kreativititas dimana ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi.

CONTOH EKONOMI KREATIF
1. Periklanan (advertising)
2. Arsitektur
3. Pasar Barang Seni
4. Kerajinan (craft)
5. Desain
6. Fesyen (fashion)
7. Video, Film dan Fotografi
8. Permainan Interaktif (game)
9. Musik:
10. Seni Pertunjukan (showbiz)
11. Penerbitan dan Percetakan
12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak (software)
13. Televisi & Radio (broadcasting)
14. Riset dan Pengembangan (R&D)
15. Kuliner


"Ekonomi kreatif di Indonesia memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian nasional"

PDB ekonomi kreatif disumbang sebagian besar dari subsektor kuliner (32,5%), mode (28,3%), kerajinan (14,4%), dan penerbitan dan percetakan (8,11%). Pada tahun 2013, jumlah industri kreatif tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 11,8 jta orang. Sebesar 90% penyerapan tenaga kerja dalam industri kreatif dikontribusikan oleh tiga subsektor yaitu subsektor mode (32,33%), kuliner (31,48%), dan kerajinan (26,2%), sementara sisanya berasal dari dua belas subsektor lainnya.
Pertumbuhan jumlah usaha industri kreatif tercatat sebesar 9,68% dengan subsektor industri kreatif yang mengalami pertumbuhan jumlah usaha di atas rata-rata pertumbuhan jumlah usaha nasional (0,9%) adalah seni pertunjukan (3,18%), penelitian dan pengembangan (2,98%), permainan interaktif (2,87%), periklanan (2,86%), film, video dan fotografi (2,74%), musik (2,4%), dan teknologi informasi (2,15%).
Tantangan Ekonomi Kreatif
Daya saing industri kreatif Indonesia dapat diidentifikasi berdasarkan tujuh dimensi utama: sumber daya kreatif, sumber daya pendukung, industri, pembiayaan, pemasaran, infrastruktur dan teknologi, serta kelembagaan. Bila dipetakan berdasarkan tujuh dimensi tersebut, rata-rata daya saing 15 subsektor industri kreatif masih relatif rendah. pembiayaan dinilai sulit untuk dipenuhi oleh pelaku sektor kreatif, khususnya yang masih pemula.
Kesulitan pembiayaan membuat industri kreatif Indonesia dinilai kurang memiliki daya saing. Kelembagaan juga dinilai belum meningkatkan industri kreatif di Indonesia secara signifikan melihat dari regulasi-regulasi yang ada kurang mendorong pengembangan industri kreatif, partisipasi pemangku kepentingan yang terbilang rendah, kurang dipertimbangkannya kreativitas dalam pembangunan nasional, rendahnya partisipasi aktif dalam fora internasional serta apresiasi terhadap orang, karya, wirausaha, dan usaha kreatif lokal.

"Kesulitan pembiayaan membuat industri kreatif Indonesia dinilai kurang memiliki daya saing"

Menciptakan Kota Kreatif

Perkembangan ekonomi kreatif tidak terlepas dari perkembangan budaya setempat sehingga semakin kreatif suatu negara mengemas budayanya, maka negara tersebut akan semakin kuat indentitas dan citranya yang mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Salah satu faktor kunci untuk mengembangkan ekonomi kreatif adalah bagaimana sebuah kota diberlakukan sebagai pusat budaya dan seni (Howkins, 2009). Kota kreatif didefinisikan sebagai kota yang berbasiskan kreativitas sebagai cara hidup dalam tiga aspek utama: ekonomi (creative economy), sosial (creative society), dan pemerintahan (creative policy).
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP INDUSTRI DAN PERUSAHAAN

     Pengaruh kebijakan pemerintah terhadap industri dan perusahaan sangat lah penting apalagi Indonesia sebagai penganut sistem ekonomi pancasila atau sistem ekonomi yang berdasarkan asas kekeluargaan pancasila dari dan oleh rakyat. Pemerintah yang memegang peran besar dalam perekonomian menjadi acuan utama dalam mengeluarkan kebijakannya. 
     Contohnya saja kebijakan pemerintah dalam menaikan harga BBM (bahan bakar minyak). BBM seolah-olah sebagai bahan pokok perekonomian yang tidak pernah lepas namun BBM itu sendiri bersifat terbatas dan mempengaruhi jumlah dan harganya. Jika pemerintah menaikan harga BBM maka semua harga bahan di dalam negri akan mengalami kenaikan karena BBm diperlukan dalam bahan bakar produksi, dan distribusi.
     Pengaruh lainnya seperti kebijakan pemerintah dalam menerapkan sistem kurikulum 2013 yang membuat para penerbit buku mengeluarkan buku edisi kurikulum 2013 agar laku dipasaran karena mengikuti kebijakan pemerintah.
     Bentuk kebijakan pemerintah dengan pelaku bisnis adalah pelatihan wirausaha dan bantuan penambahan modal. Biasanya bentuk kerja sama seperti ini dibangun untuk industri kecil dan menengah. Melalui bantuan pemerintah baik pelatihan maupun bantuan modal pelaku bisnis dapat mengembangkan usahanya. Selain pengusaha kecil, pemerintah juga bekerja sama dengan pengusaha atau pelaku bisnis besar seperti pengaturan sistem impor dan expor, serta jaminan keamanan bisnis. Jaminan ini penting karena bisnis rentan akan premanisme dan ancaman kejahatan lainya. Pemerintah juga melakukan pengaturan mengenai investasi asing di Indonesia dengan menjaga stabilitas negara.
     Pemerintah juga mempunyai kebijakan yang menguntungkan perusahaan dan industri seperti pemberian subsidi terhadap barang dan jasa tertentu. Dengan pemberian tersebut, dunia usaha mengalami keuntungan dengan murahnya bahan baku serta biaya produksi menghasilkan bahan jadi yang murah juga sehingga para konsumen dapat membelinya.
     Tidak semua kebijakan pemerintah itu baik dalam dunia usaha, ada juga yang merugikan. Seperti pengurangan ekspor maupun impor terhadap barang dan jasa.
     Pemerintah juga mempunyai kebijakan larangan ekspor dan impor bagi komoditi barang dan jasa tertentu, misalnya larangan mnegekspor bahan mentah.
     Pemerintah juga mengenakan pajak pada perusahaan dan industri yang mengakibatkan harga naik. Ekspor dan impor juga tak luput dari pajak sehingga mempengaruhi dalam dunia usaha.
     Ada cara dalam menghidupkan usaha bisnis agar tetap berjalan walaupun kebijakan pemerintah yang tidak menentu. Pengusaha harus melihat perilaku konsumen, memiliki rencana ganda, tepat dalam pengambilan keputusan, melihat pasar domestik maupun global, menjalin kerjasama dengan pihak terkait, selalu melihat pemerintah, dll.
    Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa pemerintah memiliki peran yang penting terhadap keberlangsungan bisnis. Contohnya dengan membentuk dan mengimplementasikan regulasi yang adil serta mendukung proses bisnis dengan baik. Memberi bantuan pelatihan dan modal dengan bungan rendah . Serta menjamin keamanan dan stabilitas untuk investasi. Demikianlah kebijakan pemerintah dalam dunia bisnis yang diharapkan dapat menyejahterakan negra dan bangsa kita.





MODEL-MODEL BISNIS

1. COSTUMER SEGMENTS
     Customer Segments adalah pembagian kelompok yang terdiri dari orang-orang atau organisasi yang ingin dibidik oleh perusahaan.  
     Pelanggan yang dimaksud adalah :
  • Kelompok pelanggan yang memiliki keinginan akan sebuah penawaran yang berbeda
  • Kelompok pelangan yang dapat dijangkau dengan channel yang berbeda
  • Kelompok pelanggan yang memiliki keinginan customer relationship yang berbeda
  • Kelompok pelanggan yang memiliki keinginan profitabilitas yang berbeda
  • dan kelompok pelanggan yang mampu membayar akan semua hal tersebut diatas
2. CHANNELS
     Channels adalah “touch point” sebuah organisasi dengan pelanggan yang berperan sangat penting dalam membangun customer experience.
     Channels menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan mengkomunikasikan dan mendeliver nilai proposisi tertentu yang ditawarkan ke sebuah kelompok pelanggan. 
     Beberapa Fungsi Channels:
  • Membangun awareness diantara pelanggan tentang penawaran sebuah produk atau jasa
  • Bagaimana membantu pelanggan memilih Value Proposition dari sebuah perusahaan
  • Memungkinkannya untuk sebuah kelompok pelanggan membeli produk atau jasa yang spesifik
  • Bagaimana men-deliver sebuah produk atau jasa
  • Menyediakan “post-purchase” customer support
3. VALUE PROPOSITION
     Value Proposition adalah bundling (seluruh bagian) dari sebuah produk atau jasa yang bermanfaat untuk spesifik kelompok pelanggan tertentu (customer segments).
     Value Proposition adalah alasan mengapa sekelompok pelanggan memilih suatu nilai manfaat tertentu yang ditawarkan bila dibandingkan dengan nilai manfaat yang ditawarkan perusahaan lain. Value Propositions yang ditawarkan bisa sama dengan yang lain namun beda atribut dan fitur atau bisa juga sebuah penawaran yang baru yang lebih inovatif dan atau disruptive.
     Bundling produk atau jasa apa yang di tawarkanuntuk masing-masing kelompok pelanggan.
  • Newness
  • Performance
  • Customization
  • Design
  • Brand/ Status
  • Price
  • Cost Reduction
  • Risk Reduction
  • Getting the Job Done
  • Accessibility
  • Convenience/ Usability 
MODEL BISNIS E-COMMERCE GO-JEK

Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, ride sharing menjadi konsep baru dalam bisnis berbasis e-commerce. Terlebih, konsep bisnis ini merupakan fenomena ekonomi online yang mampu menghubungkan setiap orang melalui penggunaan teknologi.
"Ride sharing itu adalah konsep menggunakan aset sendiri untuk ditawarkan ke orang lain, naik ojek itu sudah ride sharing," ujar Nadiem di Kantornya, Kemang, Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurutnya, konsep dalam transportasi Go-Jek juga terbilang transportasi yang menawarkan layanan melalui aset yang dimiliki oleh pengendaranya. Di samping itu, adanya Go-Jek juga dapat menyejahterakan nasib para tukang ojek.
"Itu merupakan motor dan saya menawarkan layanan aset untuk mengantarkan transportasi, yang Go-Jek lakukan hanya proses online sehingga para konsumen bisa langsung mencari ojek terdekat," imbuhnya.
Menurutnya, Go-Jek dapat memberikan solusi transportasi bagi masyarakat dalam menghindari kemacetan lalu lintas. Ditambah aplikasi Go-Jek, memiliki aktivitas sosial untuk menjadi sarana pemasaran bagi tukang ojek dalam menambah pelanggan.
"Meningkatkan kesejahteraan ojek, tapi juga membantu pemerintah daerah dalam mengintegrasikan seluruh ekosistem transportasi umum. Karena bukan hanya transportasi, ujung-ujungnya bisa buat kurir, beli makanan, shopping dan sebagainya," tandasnya.

Selasa, 04 Oktober 2016

Isu-isu Dalam Dunia Bisnis

Isu-isu Dalam Dunia Bisnis

     Isu-isu dalam dunia bisnis selalu menjadi bahan perbincangan bagi para pebisnis yang selalu hangat apalagi yang bersifat global pasti akan mempengaruhi jalannya usaha. Dari isu-isu tersebut dapat diambil langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam usahanya. Contohnya isu-isu yang selalu hangat yakni:

1. Harga minyak mentah dunia yang naik karena kelangkaan
     Harga minyak dunia yang naik pasti mempengaruhi dunia usaha global karena minyak mentah seakan seperti darah perekonomian dunia. Jika harga minyak dunia naik dan terjadi kelangkaan, pasti semua kebutuhan akan naik seperti bahan baku, proses produksi, proses distribusi, dll. 
     Maka dari itu, pebisnis harus mengambil langkah dengan cepat agar tidak terlalu merugi seperti menggunakan bahan energi pengganti minyak dan mengurangi produksi agar biaya produksi dan distribusi tidak terlalu besar lagi pula daya beli masyarakat juga berkurang akibat kejadian tersebut.

2. Mata uang asing khususnya Dollar AS yang menguat
     Mata uang dollar seakan seperti acuan negara kita, jika level dollar AS menguat dan Rupiah menciut maka Rupiah akan semakin terpuruk dan mengakibatkan perekonomian negara ini bisa terganggu. 
     Pemerintah dan pihak swasta harus bekerja sama agar tidak terjadi inflasi. Pemerintah harus mengambil langkah agar para pengusaha dalam negri tidak sampai merugi besar apalagi tutup dan rakyat tidak terkena inflasi yang sangat merugi.

3. Terjadinya kelangkaan bahan baku dalam maupun luar negri
     Hal yang memjadi permasalahan selanjutnya adalah kelangkaan bahan baku produksi. Produksi akan terhambat dan mungkin akan terjadi kenaikan biaya produk karena kelangkaan. Pemasok pasti mematok harga tinggi dan mempunyai suplai yang kurang.
     Langkah pengusaha dalam menyikapi hal tersebut seperti mengurangi produksi atau mengganti bahan baku.

4. Perilaku maskyarakat
     Pengusaha harus selalu melihat perilaku masyarakat nasional maupun global agar produknya diminati konsumen dan mampu bersaing di pasar global.
     Namun ada juga pebagian perusahaan yang mempertahankan dasar produknya seperti perusahaan kopi yang mempertahankan kualitas klasiknya karena dinilai produk dasarnya sudah sangat ideal. Namun juga ada yang mengikuti perilaku masyarakat seperti perusahaan smartphone SAMSUNG yang meralih ke sistem android yang diminati dan fitur produknya yang mengikuti perkembangan zaman.
     Sebagian perusahaan yang berpegang teguh pada pendirian produknya namun harus gagal karena tidak menghiraukan perilaku masyarakat seperti perusahaan BLACKBERRY  dan NOKIA yang mempertahankan fitur produknya karena mereka berfikir dimasa sebelumnya produknya selalu menjadi idola konsumen. Namun konsumen menginginkan yang lebih baik guna mempermudah hidup, jadi mereka harus gagal karena produknya yang tidak sesuai selera konsumen saat ini.

5. Kebijakan pemerintah
     Kebijakan pemerintah tentang dunia usaha selalu menjadi polemik umum dan pr besar untuk para pengusaha. 
     Seperti halnya, pemerintah yang membatasi impor kedelai dan menjadi persoalan pengusaha dalam negri khususnya pengusaha tempe dan tahu karena bahan baku produksinya harus berkurang.



Trend Global Dalam Dunia Bisnis

Trend Global Dalam Dunia Bisnis
1. Bisnis e-Commerce
     Tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia teknologi dan informasi saat ini telah mempengaruhi peluang bisnis sebagian besar oran. Bisnis e-commerce ini memang jadi sangat menjanjikan karena semakin bertumbuhnya pengguna internet baik melalui desktop pc ataupun mobilephone atau smartphone.                                                                                                                                                    Situs-situs seperti Lazada, Zalora ataupun Tokopedia mulai menjamur di internet. Tidak hanya itu, semakin pintarnya pengguna internet juga melahirkan agency-agency digital yang menawarkan jasa optimasi mesin pencari atau digital marketing juga meramaikan bisnis e-commerce belakagan ini. Sebuah publikasi dari situs eMarketer menunjukan bahwa sampai tahun 2017 perkembangan pasar e-commerce ASEAN akan bertumbuh pada angka 25%. Angka ini tergolong sangat besar jika dibandingkan dengan Amerika dan Eropa. Oleh karena itu, bisnis e-commerce sedianya masih akan menjadi primadona di tahun 2016.
2. Jasa angkutan dalam kota
     Permintaan akan jasa transportasi yang dinamis, cepat dan dapat diandalkan semakin meningkat tiap tahunnya terutama di kota-kota besar yang kental dengan suasana macet. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kesadaran akan menggunakan transportasi umum di kalangan masyarakat.                  Contoh yang paling nyata adalah semakin banyaknya masyarakat yang mengunduh dan menggunakan aplikasi-aplikasi jasa angkutan umum seperti Gojek, Grab Taxi dan sejenisnya. Tidak hanya itu, animo para pengemudi dalam mendaftarkan diri sebagai bagian dari bisnis jasa angkutan tersebut membuat kedepannya jasa angkutan akan memiliki potensi bisnis yang besar.
3. Bisnis di Bidang Pariwisata     Tidak dipungkiri taraf hidup makin tinggi dan semakin banyak orang yang menyadari pentingnya atau merasa bahwa berwisata adalah kebutuhan. Bisnis travel menjadi salah satu opsi bisnis yang bisa Anda lirik sebagai bisnis di tahun 2016. Dari banyaknya pengunjung di setiap pameran wisata yang diselenggarakan berbagai pihak baik dari pemerintahan atau perusahaan jasa angkutan, menggambarkan bahwa bisnis di bidang pariwisata adalah salah satu bisnis yang memiliki jumlah potensi pasar yang sangat banyak dan luas.                                                                                                    Meskipun ekonomi yang tengah menurun, data dari Kementerian Pariwisata menunjukan bahwa terjadi kenaikan jumlah wisatawan di tahun 2014 meski dengan jumlah yang kecil. Namun hal ini mengindikasikan bahwa, peunurunan kondisi ekonomi ternyata tidak terlalu mempengaruhi potensi pasar bisnis di bidang pariwisata. Bisnis di bidang pariwisata sendiri punya banyak cakupan – apakah Anda sebagai planner, penyedia tiket transportasi, penyedia tempat wisatanya sendiri dan sebagainya. Silakan pilih yang sesuai dengan Anda.
4. Food and Beverage
     Ini adalah bisnis klasik yang sepertinya tidak akan kehilangan pasar meskipun zaman dan kondisi ekonomi berubah setiap waktu. Makanan adalah kebutuhan primer setiap manusia dan setiap manusia senang sekali bereksplorasi soal rasa dan beragam wujud makanan. Hampir setiap tahun ada saja jenis makanan baru atau makanan dari suatu daerah tertentu yang belum terlalu dikenal kemudian ‘diangkat’ ke permukaan.                                                                                                                                Setiap tahun ada banyak bisnis waralaba baru yang bahkan merupakan makanan khas yang mengandung nilai sejarah dan sebagainya. Ingat saja prinsipnya: Makanan yang enak dan / atau punya ‘fans fanatik’ pasti bisa bertahan. Anda bisa memulai bisnis kuliner di tahun 2016 dengan beragam ide makanan yang memanjakan perut ini. Coba perhatikan makanan-makanan khas atau Anda punya resep sendiri? Silakan mencoba.
5. Advertising dan Publishing
    Periklanan sedang marak di dunia global dan bisnis ini adalah bisnis yang sangat menjanjikan karena hampir semua bisnis yang telah disebutkan di atas butuh promosi. Yang lebih menariknya lagi adalah biaya promosi dari suatu usaha biasanya bahkan memakan dana cukup banyak. Jadi, Anda bisa bayangkan berapa banyak yang diperoleh orang-orang advertising dan publishing? Apalagi jika Anda bisa berpikir kreatif dan punya konsep yang tidak konvensional, hmm. Pasarnya akan jauh lebih banyak lagi yang bisa Anda kuasai dan Anda bisa bersaing dengan para kompetitor lainnya. Tidak harus media besar, melalui blog yang dibangun secara profesional juga bisa sebagai media publishing yang menguntungkan.
6. Start up technopreneur
     Semakin berkembangnya inovasi di bidang teknologi dan informasi ternyata juga mempengaruhi perkembangan bisnis. Rupanya ini adalah suatu celah dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan banyak pengembang aplikasi atau sebut saja technopreneur. Saat ini semakin banyak permintaan pembuatan aplikasi untuk menunjang kegiatan perusahaan. Apakah itu aplikasi untuk mengelola SDM, aplikasi untuk mengelola keuangan atau aplikasi lainnya yang bersifat M2M. Belum lagi semakin banyak kota-kota di Indonesia yang mulai menerapkan konsep smart city. Sehingga tahun 2016 bisa menjadi tahun para technopreneur dalam mengembangkan sayap bisnisnya dengan inovasi-inovasi yang dapat mereka buat.
7. Business Consulting
     Kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu membuat banyak pengusaha, terutama yang usahanya sedang berkembang, membutuhkan sebuah jasa konsultasi bisnis. Konsultan bisnis menyediakan konsultasi manajemen untuk membantu organisasi meningkatkan kinerja dan efisiensi. Para profesional ini menganalisis bisnis dan menciptakan solusi dan juga membantu perusahaan memenuhi tujuan mereka.

Resiko-resiko Bisnis

Resiko-resiko Bisnis

     Resiko-resiko dalam bisnis ada banyak sekali dan pasti ada bahkan hampir semua pebisnis pernah mengalaminya dan itu yang membuat bisnis mereka kuat dan mampu bersaing. Resiko bisnis dilihat dari lingkungannya terbagi menjadi 2 yakni:

1. Resiko Bisnis Internal
      Resiko bisnis internal adalah resiko yang timbul dari dalam usaha itu sendiri dan bersifat langsung. Contoh resiko bisnis internal adalah:
 - Kehilangan pendapatan dan modal karena konsumen tidak membayar piutangnya
 - Mengalami kerusakan atau kehilangan peralatan karena pegawai yang lalai bekerja atau tidak              terampil
 - Kehilangan kepercayaan konsumen karena pelayanan yang buruk, barang dan jasa yang tidak              sesuai, harga yang tidak sesuai, kualitas buruk, dan waktu pengiriman yang tidak sesuai. Jika ini          terjadi, maka perusahaan akan sulit mendapatkan kepercayaan konsumen kembali bahkan sulit            mencari konsumen yang baru.
 - Kehilangan karyawan yang hebat karena ketidak-adilan pimpinan atau kebijakan perusahaan yang     membuat kecewa para karyawannya. 
 - Barang dan jasa yang tidak diterima oleh konsumen karena tidak sesuai perilaku konsumen, tidak       amannya suatu produk, memberikan dampak negatif, dan tidak memiliki nilai ekonomis.

2. Resiko Bisnis Eksternal
     Resiko bagi lingkungan bisnis yang bersifat eksternal adalah resiko yang timbul dari menjalankan bisnis dan berdampak pada kelangsungan bagi lingkungan luar bisnis itu sendiri. Resiko bisnis eksternal diantaranya:
 - Resiko lingkungan hidup, para pebisnis harus melihat sisi lingkungan agar alam tidak rusak.                contohnya sebuah pabrik mebel membutuhkan banyak bahan mentah berupa kayu nah kayu itu            yang harus dipertimbangkan para pebisnis agar tidak merusak alam. 
 - Resiko sosial budaya yakni resiko yang timbul karena pendirian sebuah usaha yang mempengaruhi    struktur masyarakat. Contohnya masyarakat yang semula bekerja sebagai petani harus beralih              menjadi pegawai pabrik.
 - Resiko Perekonomian Masyarakat dan Negara adalah resiko bisnis yang terjadi karena sebuah            kesalahan manajemen di internal perusahaan dan menimbulkan dampak perubahan perekonomian      masyarakat dan negara. Akibat dari resiko ini adalah memburuknya kondisi perekonomian akan          mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Kondisi ekonomi makro yang buruk akan                    berpengaruh terhadap kegiatan usaha bisnis.






Senin, 03 Oktober 2016

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Bisnis

1. Lingkungan Bisnis
      Lingkungan  bisnis adalah tempat dimana bisnis berjalan secara langsung maupun tidak langsung dan mempengaruhi arus bisnis suatu organisasi atau perusahaan. Lingkungan bisnis dibagi menjadi 2 yaitu: 

A. Lingkungan Eksternal
      Lingkungan Eksternal adalah lingkungan luar produksi yang bekerja secara tidak langsung terhadap kegiatan produksi suatu perusahaan atau organisasi. Lingkungan eksternal bisa mencangkup aspek yang berkenaan tentang perilaku masyarakat dan pengaruh umum yang bersifat dari luar. 
      Perilaku masyarakat dapat menjadi faktor arah tujuan perusahaan untuk membuat produknya diminati sesuai tren atau mode saat itu contohnya pakaian, pakaian cenderung cepat berkembang olehkarena itu perusahaan harus mengikuti mode agar dapat bersaing dengan kompetitor dan berusaha memuncaki pasar nasional maupun global. Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2 yaitu Lingkungan Mikro dan Lingkungan Makro.

  •       Lingkungan Makro
        Lingkungan Makro dimana perusahaan hanya bisa merespon lingkungan diluar perusahaan. Lingkungan makro bersifat luas karena bisa mencangkup beberapa aspek seperti hukum politik, sosial budaya, dll yang bersifat global. Lingkungan makro mencangkup faktor faktor yang mempengaruhi seperti:
- Lingkungan teknologi     - Teknologi dan Informasi
- Lingkungan ekonomi
- Lingkungan bisnis
- Lingkungan Global
  •     Lingkungan Mikro
      Lingkungan Mikro adalah lingkungan langsung yang mempengaruhi kondisi perusahaan terhadap produksi dan mempengaruhi Opportunity (peluang pasar) dan Threat (ancaman dari luar).
      Faktor yang mempengaruhi lingkungan mikro yakni:
- Pemegang Saham            - Pemasok
- Pesaing                            - Konsumen
- Publik                              - Kreditor
- Pemerintah                      - Pereantara


B. Lingkungan Internal

    Lingkungan Internal adalah lingkungan langsung yang berada di dalam kegiatan produksi dan sangat mempengaruhi jumlah produksi. Jika dalam lingkungan internalnya bagus, maka hasil produksi pun akan meningkat karena diminati konsumen bahkan dapat memuncaki pasar global. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan produksi dari segi lingkugan internal:

  • Tenaga Kerja
     Tenaga kerja adalah aspek internal yang dapat mempengaruhi faktor produksi. Jika suatu perusahaan mempunyai tenaga kerja yang baik dan kuat maka produksi akan meningkat, oleh karena itu maka perusahaan harus melakukan pelatihan khususnya untuk karyawan baru, melakukan sosialisasi visi dan misi perusahaan, serta memberikan sesuatu yang membuat karyawan semangat dalam bekerja.

  • Peralatan dan Mesin

     Peralatan dan mesin termasuk aspek penting dalam produksi karena dapat meningkatkan jumlah produksi secara efisien. Sekarang, hampir semua perusahaan menggunakan mesin dan perlatan canggih untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Namun secanggih apapun mesin dan peralatan, tetap lah perusahaan memerlukan karyawan karena pada hakikatnya mesin bisa berjalan jika ada dorongan dari manusia. 

  • Pemodal
     Pemodal atau investor juga mempengaruhi karena semakin besar modal maka perusahaan akan meningkatkan kualitas produksi dan menamah jumlah prosuksi serta memberikan kesejahreraan bagi rakyat perusahaan baik internal maupun eksternal.

  • Bahan Mentah
    Pada kegiatan produksi pasti membutuhkan bahan mentah dan perusahaan harus mempunyai pemasok bahan mentah yang baik dan kualitas, bahan yang sempurna guna meningkatkan kualitas produksi. Perusahaan juga harus menjalin kerjasama dengan pemasok agar mendapatkan pelayanan yang baik serta bisa mendaparkan potongan harga dan barang yang dikhususkan untuk perusahaan.

  • Metode
    Metode yang dimaksud adalah metode produksi dimana harus memakai metode yang baik agar kualitas barang yang baik pula. Contohnya perusahaan makanan, biar pun perusahaan makanan tersebut memakai peralatan dan mesin yang canggih namun tersesan jorok karena jarang dibersihkan itu dapat memperburuk kualitas produksi.

  • Pimpinan dan management
   Pimpinan dan management adalah sebagai penggerak perusahaan dan harus berfikir bagaimana perusahaan itu dapat bersaing. Pimpinan harus dekat dengan seluruh pegawai perusahaan agar terjalin kerjasama yang baik guna mencapai tujuan perusahaan. Contohnya pimpinan harus sering turun mengecek lapangan dan tidak boleh membuat kecewa seluruh pegawainya seperti pemberian gaji dan bonus yang tidak terlambat.

    Dari penjelasan di atas, maka seluruh aspek dalam lingkungan internal harus saling bekerja sama guma mencapai tujuan perusahaan atau organisasi.