1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan :
Mahfud MD
Latar belakang pendidikan tinggi:
·
Sarjana Sastra
Arab, Universitas Gajah Mada
·
Sarjana Hukum Tata
Negara, Universitas Islam Indonesia
·
Magister Ilmu
Politik, Universitas Gajah Mada
·
Doktor Ilmu Hukum
Tata Negara, Universitas Gajah Mada
·
Professor Hukum
Tata Negara, Universitas Islam Indonesia
Pendapat mengenai Mahfud MD menjadi Menkopolhukam :
Menurut pendapat saya, pak Presiden Joko Widodo tepat
dalam memilih pak Mahfud MD sebagai Menteri Polhukam karena melalui track
record perjalanan Pendidikan pak Mahfud MD sangat mendukung untuk menjabat
sebagai Menkopolhukam. Selain itu, pak Mahfud MD sebagai mantan Ketua Mahkamah
Konstitusi dan Anggota Dewan Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila cukup mahir
dan paham akan dunia hokum dan politik di Indonesia.
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian : Airlangga
Hartanto
Latar belakang pendidikaan tinggi:
·
Sarjana Teknik
Mesin, Universitas Gajah Mada
·
Advancd Management
Program (AMP), Wharton School University, Pennsylvania
·
Master of Business Administration (MBA), Monash University
·
Master of Management Technology (MMT), Melbourne Business School
University of Melbourne,
·
Honorary Doctorate in Development Policy ,The Korea Development
Institute (KDI) School of Public Policy and Management
Pendapat mengenai Airlangga Hartanto menjadi Menko
Perkonomian:
Menurut pendapat saya,pak Presiden Jokowi sudah tepat
dalam memilik pak Airlangga Hartanto sebagai Menko Perekonomian, karena memalui
track record perjalanan Pendidikan pak Airlangga Hartanto melatar
belakangi seputar ekonomi, khususnya manajemen. Pak Airlangga Hartanto juga
pernah menjabat sebagai presiden komisaris di beberapa perusahaan besar di
Indonesia, serta menjadi bagian dari fraksi partai Golkar yang mendukung pak
Airlangga untuk terjun di dunia politik.
3.
Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Muhadjir Effendy
Latar belakang Pendidikan tinggi:
·
Sarjana Muda, Fak.
Tarbiyah IAIN MALANG
·
Sarjana Pendidikan
Sosial IKIP MALANG
·
Magister
Adminsitrasi Publik (MAP), Universitas Gadjah Mada
·
Doktor Ilmu
Sosial, Pasca Sarjana Universitas Airlangga
Pendapat mengenai Muhadjir Effendy menjadi Menko PMK:
Menurut pendapat saya,pak Presiden Jokowi sudah tepat
dalam memilih pak Muhadjir Effendy sebagai Menko PMK sudah tepat, karena pak
Muhadjir Effendy berasal dari background ilmu social dan Pendidikan.
Pada kabinet kerja sebelumnya pak Muhadjir Effendy terpilih menjadi Menteri
Pendidikan dan sempat menuai protes dari masyarakat melalui kebijakannya yang
bertema full day school. Menurut saya pak Muhadjir lebih baik
diposisikan pada jabatannya saat ini.
4.
Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi : Luhut Binsar Panjaitan
Latar belakang Pendidikan tinggi:
·
SMA Penaburan,
Bandung
·
Akademi Militer
1970
Pendapat mengenai Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menko
MAritim:
Menurut pendapat saya pak Presiden Jokowi sudah tepat
dalam memilih pak Luhut sebagai Menko maritime sudah tepat. Background pak
Luhut yang berasal dari akademi Militer menjadi penunjang kuat menjadi Menteri
kemaritiman. Selain itu, pak Luhut dikenal tega dan cekatan dalam bekerja.
5.
Menteri
Koordinator Perencanaan dan Pembangunan Nasioanal : Suharso Manoarfa
Latar belakang Pendidikan tinggi:
·
Akademi Geologi dan Pertambangan
·
EDP University of Michigan
Pendapatan mengenai Suharso Manoarfa menjadi Menko
PPN:
Menurut pendapat saya pak Presiden Jokowi telah tepat
memilih pak Suharso sebagai Menko PPN karena dari track record karir
beliau pernah menjbat sebagai Menteri dan aktif dalam politik.
6.
Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi : Tjahjo Kumolo
Latar belakang Pendidikan tinggi:
·
Sarjana Hukum, Universitas Diponegoro
Pendapat mengenai Tjahjo Kumolo menjadi Menko Aparatur
Negara:
Menurut pendapat saya pak Presiden Jokowi telah tepat
memilih pak Tjahjo Kumolo sudah tepat, karena track record pak Tjahjo
Kumolo banyak mengukir prestasi di bidang birokrsi.
7.
Menteri
Kesehatan: Dr. Terawan
Dr. Terawan telah resmi menjadi Menteri Kesehatan
periode 2019-2024 dan memulai
kerjanya di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan,
Jakarta Selatan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat
Angkatan Darat Gatot Subroto pada tahun 2015. Ia merupakan dokter TNI Angkatan Darat
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Dr. Terawan merupakan mahasiswa
S1 lulusan Fakultas Kedokteran UGM, S2 Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, dan
S3 Fakultas Kedokteran Unhas Makassar. Menurut pendapat saya pak Presiden
Jokowi telah tepat memilih Dr. Terawan sebagai meteri kesehatan, karena Dr.
Terawan teah mengukir banyak prestasi dan berasal dari background kesehatan.
8.
Menteri
Sosial : Juliari Batubara
Juliari pernah menempuh pendidikan di Riverside City
College dan Chapman University di Amerika Serikat. Sebelum masuk dunia
politik, Juliari sempat
menjadi petinggi beberapa perusahaan, yakni PT
Wiraswasta Gemilang Indonesia, PT Arlinto Perkasa Buana, PT Bwana Energy, dan
PT Tridaya Mandiri. Ia juga sempat menjadi Ketua Harian Asosiasi Produsen
Pelumas Indonesia (Aspelindo) pada tahun 2007-2014. Dari rekam jejak diatas
menjelaskan bahwa Juliari Batubara dari awal memang sudah masuk ke dalam dunia
sosial dan ekonomi, maka Juliari Batubara sudah cocok menjadi Menteri Sosial.
9. Menteri Lingkungan Hidup
dan Kehutanan : Dr. Ir Siti Nurbaya Bakar
Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. (lahir
di Jakarta, Indonesia, 28 Juli 1956; umur 63 tahun) adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014 - 2019. Pada 23 Oktober 2019 ia
dipilih kembali mengemban tugas sebgai menteri lingkungan hidup dan kejutan
pada Kabinet
Indonesia Maju 2019-2024. Dalam dunia birokrasi, Siti Nurbaya pernah menduduki
berbagai jabatan. Ia memulai kariernya pada tahun 1981 di Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung. Di sana, ia pernah menjabat sebagai Kasubid
Analisis Stastistik, Kasi Penelitian Fisik, Kasi Pengairan, Kasi Tata Ruang,
Kabid Penelitian, Kabid Prasarana Fisik dan Wakil Ketua Bappeda. Setelah itu
berturut-turut ia pernah menjadi Kabiro Perencanaan di Departemen
Dalam Negeri,
Pengajar di Kopertis, Pelaksana Manajemen di STPDN, Sekretaris Jenderal Depdagri, Dewan
Komisiaris Pusri, dan Ketua Komite Investasi dan Manajemen Risiko Pusri.
Siti Nurbaya pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD-RI dari tahun 2006 hingga 2013. Dalam masa
ini juga Siti Nurbaya mendapatkan penghargaan Laporan Akuntansi Standar
Tertinggi dari Menteri Keuangan dari 2008 hingga 2011, dan Penghargaan WTP
Laporan Keuangan dari BPK-RI
sejak penilaian awal sebagai Sekjen DPD-RI. Setelah pensiun dari PNS (Sekjen
DPD-RI) pada tahun 2013, Siti Nurbaya masuk dunia politik dan menjabat sebagai
ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem. Tahun 2014 Siti Nurbaya menduduki
posisi Menteri LHK Kabinet Kerja periode 2014-2019. Berlanjut ke tahun
2019 Siti Nurbaya kembali dipercaya untuk membantu presiden Joko Widodo, serta menduduki posisi yang sama pada Kabinet
Indonesia Maju periode 2019-2024.
10. Menteri Kelautan dan
Perikanan : Edhy Prabowo
Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A. (lahir
di Muara Enim, Sumatra Selatan, 24 Desember 1972; umur 46 tahun) adalah politikus Indonesia yang berasal dari Partai
Gerakan Indonesia Raya. Edhy saat ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia sejak 23 Oktober 2019 pada Kabinet
Indonesia Maju Jokowi-Maaruf. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR dan Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI peridoe 2014 - 2019. Edhy Prabowo
terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan
Indonesia Raya (Gerindra) untuk Dapil Sumatra Selatan I setelah memperoleh
75.186 suara. Pada periode 2009-2014, Edhy bertugas di Komisi VI DPR-RI yang
membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi dan bumn. Di 2014-2019, Edhy
bertugas menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR-RI yang membidangi pertanian,
perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan. Pada tahun 1991, Edhy
diterima sebagai anggota AKABRI di Magelang, Jawa Tengah. Edhy adalah mantan
atlet silat nasional. Edhy pernah berjaya di event Pekan Olah Raga Nasional
(PON) dan beberapa kejuaraan lainnya tingkat mancanegara. Edhy Prabowo dikenal
kedekatan temannya dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto,
yang pada saat itu berpangkat Letkol dan menjadi pejabat Dangrup II TNI AD.
Edhy memulai karier politiknya di 2005 dengan aktif berorganisasi di Himpunan
Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan
dan Pelatihan HKTI. Pada tahun 2007, Edhy kemudian mendirikan perusahaan jasa
keamaanan, PT Garuda Security Nusantara dan menjabat menjadi Presiden Direktur
dan menjadi Komisaris di PT Kiani Lestari Jakarta, perusahaan kertas milik
Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto. Edhy Prabowo dipercaya menjadi Wakil
Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra (2012 -
sekarang). Edhy Prabowo dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan oleh
Presiden Jokowi Widodo pada tanggal 23 Oktober 2019.
11. Menteri Pertahanan : Prabowo Subianto
Pendidikan
:
·
Pendidikan menengah di
Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia
·
Zurich International
School di Zurich, Swiss
·
The American School di
London, Inggris
·
Akademi Militer AD tahun
1974 di Magelang, Jawa Tengah
Karier :
·
Anggota Komando Pasukan
Sandi Yudha (Kopassanda)
·
Wakil komandan detasemen
81 anti teror (Gultor) Kopassus
·
Danyon 328 Kujang
II/Kostrad
·
Dan Grup III/Pusdik
Pasukan Khusus, Batu Jajar, Jawa barat (1993-1994)
·
Wadan Kopassus
(1995-1996)
·
Danjen Kopassus
(1996-1998)
·
Pangkostrad (1998)
·
Dansesko ABRI (1998)
·
Anggota Dewan Penasihat
Partai Golkar (2004-2008)
·
Ketua Umum Himpunan
Kerukunan Tani Indonesia/HKTI (2004-2009)
·
Ketua Dewan Pembina
Partai Gerindra
Pendapat
:
Pendapat
saya untuk Prabowo Subianto Djojohardikusumo sebagai mentri pertahanan kabinet
Indonesia Maju periode 2019-2024, sangat setuju karna dilihat tugas mentri
pertahanan dalam menjamin pertahanan bangsa dan negara dari ancaman militer dan
non militer baik dalam maupun luar negri sangat sesuai dengan apa yang dikenyam
oleh beliau yang berkecimpung dalam dulia militer yang cukup berpengalaman.
Memang awalnya beliau adalah bagian dari oposisi dalam pilpres 2019, namun
terpilihnya beliau bukan alasan belaka, namun Joko Widodo sebagai presiden
terpilih menunjuk beliau (Prabowo Subianto) sebagai mentri pertahanan karena
Prabowo Subianto memiliki pandangan militer yang kuat dan dipercayai mampu
membawa keadaan aman, damai, dan tentram pada Indonesia. Namun harus
diperhatikan, kekuatan militer adalah kekuatan yang besar apalagi beliau
sebelumnya sebagai oposisi yang mempunyai ambisi keras untuk menjadi presiden
harus diawasi karena kemungkinan terburuk akan adanya tindakan pembelotan atau
kudeta militer. Kita sebagai rakyat Indonesia harus percaya kepada beliau dan
dukung langkah beliau serta mengawasi agar tercipta kabinet mentri yang
sempurna.
12. Menteri Sekertaris Negara
: Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc.Sc
Pendidikan :
·
S1(Drs.)
Ilmu Pemerintahan,Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM ,1985.
·
S2,
M.Soc.Sc. in Development Administration, Birmingham University, UK, 1990.
·
S3,
Ph.D. in Political Science, Flinders University, Australia, 1997.
·
Professor
in Political Science, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, Desember 2008.
Karier :
·
Direktur dan Pengajar di progaram Pasca Sarjana prodi Ilmu Politik
Konsentrasi, Politik Lokal, dan Otonomi Daerah di Universitas Gajah Mada (2003)
·
Rektor Universitas Gajah Mada (2012-2014)
·
Mentri Sekertaris Negara (2014-2019)
Pendapat :
Pendapat saya, Prof. Dr. Drs. Pratikno,
M.Soc.Sc sebagai mentri sekertaris negara adalah tepat. Presiden Joko Widodo
memilih beliau sejak periode 2014-2019 dalam kabinet kerja dan terpilih kembali
pada periode 2019-2024 dalam kabinet indonesia maju. Hal tersebut menandakan,
beliau (Pratikno) terpilih kembali sebagai mentri sekertaris negara dikarenakan
profil pendidikan dan karier sebalumnya yang baik dan saling berkesinambungan
dengan tugasnya sebagai mentri sekertaris negara serta hasil kinerja dalam
kabinet sebelumnya yang dinilai baik oleh Presiden Joko Widodo.
13. Menteri Dalam Negeri : Tito Karnavian
PEDIDIKAN
:
SD Xaverius 4 Palembang, 1976
SMP Xaverius 2 Palembang, 1980
SMA Negeri 2 Palembang, 1983
Penddikan AKPOL, lulus tahun 1987
Pendidikan S2, bidang Police Studies, University of Exeter, Inggris, 1993
Pendidikan S1, bidang Ilmu Kepolisian, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian
(PTIK),Jakarta, 1996
Pendidikan BA, bidang Strategic Studies,Massey University Auckland Selandia
Baru, 1998
Pendidikan S3, bidang Strategic Studies. Rajaratnam School of International
Studies, Nanyang Technological University, Singapura, 2013
KARIER :
Perwira Samapta Polres Metro Jakarta Pusat (1987)
Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat (1987–1991)
Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat (1991–1992)
Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat
Sespri Kapolda Metro Jaya (1996)
Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat (1996–1997)
Sespri Kapolri (1997–1999)
Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulawesi Selatan (2002)
Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002 – 2003)
Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003 – 2005)
Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004 – 2005)
Kapolres Serang Polda Banten (2005)
Kasubden Bantuan Densus 88 Anti Teror Polri (2005)
Kasubden Penindak Densus 88 Anti Teror Polri (2006)
Kasubden Intelijen Densus 88 Anti Teror Polri (2006 – 2009)
Kadensus 88 Anti Teror Polri (2009-2010)
Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT) (2011-21 Sept 2012)
Kapolda Papua (21 Sept 2012-16 Juli 2014)
Asrena Polri (16 Juli 2014-12 Juni 2015)
Kapolda Metro Jaya (12 Juni 2015-16 Maret 2016)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (16 Maret 2016-
Kapolri, Juni 2016
Menurut
saya dengan terpilihnya tito sebagai menteri dalam negeri sudah tepat karena
dengan segala pengalaman dan kedisplinannya dalam jabatan-jabatannya sebelumnya
dia bisa mengatur dan membuat keputusan yang cerdas dan tepat.
14. Menteri Luar Negeri :
Retno LP Marsudi
Pendidikan
·
SMA Negeri 3 Semarang
·
S1 Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta
·
S2 Hukum Uni Eropa, Haagse
Hogeschool, Belanda
·
Studi hak asasi manusia di
Universitas Oslo
Karir
·
Sekretaris satu bidang
ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda (1997-2001)
·
Direktur Eropa dan Amerika
(2001)
·
Direktur Eropa Barat (2003)
·
Duta Besar Indonesia untuk
Norwegia dan Islandia (2005)
·
Direktur Jenderal Eropa dan
Amerika, yang bertanggung jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara
di Eropa dan Amerika
·
Duta Besar Indonesia untuk
Kerajaan Belanda (2012)
·
Menteri Luar Negeri
Indonesia (2014)
Menurut saya Jokowi sudah
tepat dalam memilih Retno sebagai menteri Luar Negeri karena Retno mempunyai
pengalaman yang sangat banyak diluar negeri sejak dulu dengan
pelajaran-pelajaran yang ia dapat dia mampu menerapkan semua itu dan
mempekerjakan semua tugas dan tanggung jawab yang dipercayai dengan baik dan
benar.
15. Menteri Perdagangan : Agus Suparmanto
Agus
Suparmanto sempat menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Ikatan
Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) masa jabatan 2018-2022. Agus juga merupakan
Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB). Politisi Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) Agus Suparmanto merupakan salah satu tokoh yang masuk dalam
jajaran menteri di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Berdasarkan
pemberitaan tahun 2016, GMB pernah menggarap proyek pembangunan dok kapal di
Manggar, tepatnya di pinggir aliran sungai Manggar, Belitung Timur. Dalam
proyek ini, GMB menggandeng anak usaha PT Timah Tbk yaitu PT. Dok dan
Perkapalan Air Kantung (PT. DAK). Sejauh ini, Menteri Perdagangan Agus
Suparmanto belum diketahui almamaternya.
Menurut
pendapat saya melihat dari latar belakang Bapak Agus Suparmanto menurut saya
pak agus ini kurang tepat untuk menjadi menteri perdagangan Indonesia. Sebab
Bapak Agus Suparmanto ini kurang begitu dikenal oleh masyarakat, dan juga latar
belakangnya pengalamannya pun kurang meyakinkan untuk menjadi mentri
perdagangan. Banyak nama nama lain seperti Mahendra Siregar atau ketua asosiasi
pengusaha Indonesia Sanny Iskandar yang lebih tepat mengisi kursi mentri
perdagangan. Ya mungkin ini memang pembagian jatah kursi mentri untuk partai
koalisi, dimana beliau merupakan politisi partai PKB yang merupakan partai
pendukung petahana pada pilpres kemarin.
16. Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral : Arifin Tasrif
Arifin Tasfir merupakan seorang Minangkabau
lahir di Jakarta, 19 Juni 1953 umur 66 tahun. Sebelumnya dia adalah Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis
PT Rekayasa Industri mulai dari 1995 hingga 2001, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia pada tahun 2010-2015. Dia merupakan dirut pertama BUMN pupuk setelah
holdingisasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN. Oleh Kementerian BUMN, ia ditugaskan untuk
mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan pupuk nasional. Dia
juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT
Pupuk Sriwijaya dan PT Petrokimia Gresik pada tahun 2001-2010. Arifin merupakan
lulusan Sarjana Tekhnik Kimia Institute Teknologi Bandung pada tahun 1972.
Sebelum menjadi Dubes, Ia lama berkarier sebagai direksi di beberapa Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menerima Honorary Fellowship Award dari AFEO
(ASEAN Federation of Engineering Organization), atas kontribusinya dalam dunia keprofesian
sebagai insinyur di Indonesia dan regional ASEAN. Selain sebagai profesional,
Arifin juga terlibat dalam kepengurusan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia. Dia
diangkat secara resmi sebagai duta besar Republik Indonesia untuk Jepang oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Maret tahun 2017. Dubes RI
Jepang Arifin telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Kaisar Akihito di Istana
Kekaisaran Tokyo pada tanggal 22 Juni tahun 2017.
Menurut pendapat saya Pak Arifin Tasfir tepat
menjadi Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral dari latar belakang beliau sudah
tepat karena beliau sudah mahir dalam bidangnya. Dan ia pernah menjabat sebagai
Direktur Utama yang ditugaskan untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi
lima perusahaan pupuk nasional.
17. Menteri Informasi dan
Komunikasi : Johny G Plate
Johnny
Gerard Plate, S.E lahir di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10
September 1956 Ia merupakan lulusan dari Universitas Atma Jaya, Jakarta. Johnny
mempunyai istri Maria Ana serta memiliki tiga orang anak. Adapun usaha Johnny bergerak di bidang
alat-alat perkebunan. Beberapa di antaranya adalah PT Bima Palma Nugraha dan
PT. Mandosawo Putratama Sakti. Selain itu, ia juga pernah menggeluti dunia
pernerbangan. Tepatnya tahun 2007-2015, ia pernah menjadi bagian dari bisnis
Air Asia. Johnny memulai karir politiknya di Partai Kesatuan Demokrasi
Indonesia (PKDI) tahun 2013. Setahun berselang, ia memutuskan untuk bergabung
dengan Partai Nasdem. Di partai tersebut, Johnny berhasil melangkah ke Senayan
pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur. Ia saat itu menduduki
Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional,
perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019. Pada tahun
2017, Johnny dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem hingga tahun
2019. Latar belakang Johnny adalah seorang pengusaha serta politisi. Namun,
usaha yang pernah digelutinya tidak ada kaitannya dengan jabatan yang saat ini
ia emban, yakni sebagai Menkominfo. Namun, bukan berarti beliau tidak cocok
menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi, karna sudah terbukti beliau pernah
menjabat sebagai anggota DPR yang juga seorang politikus, Namun, beliau pasti
mampu menjalankan amanah ini dengan baik dan sesuai dengan etika profesi yang
berlaku.
18. Menteri Pertanian : Syahrul Yasin Limpo
Politikus
ini merupakan kelahiran Makassar, 16 Maret 1955. Dia pernah menjabat sebagai
Gubernur Sulawesi Selatan sejak tanggal 8 April 2008 hingga 8 April 2018.
Sebelum sesukses sekarang, Syahrul pernah bersekolah di Universitas Hasanuddin
tahun 1983 dengan mengambil jurusan Hukum. Kemudian, melanjutkan pendidikan
pasca sarjana LAN tahun 1999, pasca sarjana di Universitas
Hasanuddin tahun 2004 dan program doktoral di kampus yang sama tahun 2008.
Syahrul adalah mantan Gubernur Sulawesi Selatan yang pertama kali dipilih
secara langsung.Sebelum
menjabat sebagai Gubernur, Syahrul pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten
Gowa selama dua periode.Kemudian menjabat Wakil Gubernur selama satu periode mendampingi Amin Syam, sebelum akhirnya memenangkan
pertarungan dengan Amin Syam dalam pilkada Sulsel pada tahun 2007 setelah keduanya sama-sama maju bertarung sebagai
calon petahanan. Melihat Riwayat hidupnya yang beberapa kali sukses menjabat
sebagai gubernur dan bupati,
atau seorang politikus, tidak diragukan lagi bahwa beliau dapat melaksanakan amanah ini denhan baik sesuai dengan baik.
19. Menteri BUMN : Erick Thohir
Pada
tahun 1993 Erick lulus program Master untuk Bisnis Administrasi ( Master of
Business Administration ) dari Universitas Nasional California, Amerika
Serikat. Sebelumnya memproleh gelar Sarjana ( Bachelor of Arts ) dari Glendale
University.
Erick
Thohir cocok untuk mengisi pos Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2019 – 2024. Alasannya
karena, Erick Thohir telah memiliki pengalaman yang cukup banyak sehingga akan
mampu memimpin Kementerian BUMN yang dianggap memerlukan banyak pembenahan.
Sebab Kementerian tersebut memiliki fungsi yang sangat strategis terhadap
perekonomian. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan manajemen yang baik yaitu
dibuktikan dengan berhasil bekerja lintas sektor saat sebagai Ketua Panitia
Pelaksaan Asian Games (INASGOC) 2018 sehingga cocok untuk mengatur manajemen di
Kementerian BUMN.
20. Menteri Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah : Drs. Teten Masduki
Pendidikan
:
Jurusan
Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
Kursus
selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)
Karier
:
Staf
peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
Penghargaan
:
Suardi
Tasrif Award 1999
Alumni
Berprestasi IKIP Bandung 2000
Penghargaan
Ramon Magsaysay, 2005
Sesuai
dengan latar belakang kehidupan Drs. Teten Masduki, sepertinya cocook untuk
menduduki pos Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Ia juga mempunya 3
strategi yang akan memanfaatkan teknologi yang modern seiring dengan
berjalannya waktu.
21. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi
Abdul Halim Iskandar
Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.
(lahir di Jombang, 14 Juli 1962; umur 57 tahun) Ia adalah Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Maju
Jokowi-Maaruf Priode 2019-2024. Sejak 1999, Ia memulai karier politiknya
sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang, dan kemudian menjadi
Ketua DPW PKB Jatim. Ia merupakan cicit dari Bisri Syamsuri dan kakak dari
Muhaimin Iskandar. Ia menikah dengan Lilik Umi Nashiah dan memiliki 3 anak.
Masa kecilnya banyak dihabiskan di
Pesantren Manbaul Ma`arif Denanyar Jombang, Jawa Timur. Dia menempuh pendidikan
formal di MI, MTs dan MAN Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang dan melanjutkan
pendidikan ke Universitas Negeri Yogyakarta. Setelah lulus S1, bapak 3 anak itu
kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Negeri Malang pada jurusan
Manajemen Pendidikan. Dia berhasil menyelesaikan pendidikan S2-nya pada tahun
1992.
Selain pendidikan formal, Halim juga
pernah menjadi santri di Pesantren Manbaul Ma`arif Denanyar dari tahun 1968
hingga tahun 1980. Ia pernah menjadi guru BP di MAN Manbaul Maarif Denanyar,
Jombang, Kepala SMK Sultan Agung Tebuireng, serta dosen di Institut Keislaman
Hasyim Asy`ari.
Pendidikan
·
MI Pondok Pesantren
Mambaul Maarif
·
Mts Pondok Pesantren
Mambaul Maarif
·
MA Pondok Pesantren
Mambaul Maarif
·
S1 Filsafat dan Sosiologi
Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (1987)
·
S2 Manajemen Pendidikan,
Universitas Negeri Malang (1992)
Karir
Pemerintahan
Pada tanggal 23 Oktober 2019, ia
ditunjuk dan dilantik untuk membantu tugas presiden Joko Widodo pada posisi
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kabinet Indonesia
Maju periode 2019-2024.
Karir
Organisasi
·
Guru BP di MAN Manbaul
Ma'arif Denayar Jombang
·
Dewan Pengasuh Pondok
Pesantren Manbaul Ma'arif Denayar
·
Kepala Sekolah SMK Sultan
Agung Tebuireng Jombang
·
Dosen Universitas Hasyim
Asy'ari (UNHASY)
·
Dekan Fakultas Tarbiyah
UNHASY
·
Direktur Utama RSNU
Jombang
Karir
Politik
·
DPC PKB Jombang
(1999-2011)
·
Ketua DPW PKB Jawa Timur
(2011-2022)
·
Ketua DPRD Jombang
(1999-2009)
·
Wakil Ketua DPRD Jawa
Timur (2009-2014)
·
Ketua DPRD Jawa Timur
(2014-2019)
Kecocokan
Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd
sebagai menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,
walaupun bertolak belakang dari segi pendidikannya. tetapi kalau diliat dari karir politiknya terakhir
menjabat sebagai ketua DPRD di Jawa Timur. sehingga, membuat bapak Abdul Halim
Iskandar mengerti tentang desa dan daerah mana yang masih tertinggal
perkembangannya. Dan pada saat ini Abdul
Halim Iskandar menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi (Mendes PDTT). Abdul Halim Iskandar Memiliki gagasan yang
mengatakan sebagai menteri baru ia akan menjalankan tugas untuk melaksanakan
visi misi presiden. "Visi presiden yang sekarang adalah melanjutkan visi
presiden yang kemarin. Sehingga tidak ada tata ulang atau recovery, semua
tinggal menjalankan sesuai visi misi presiden. Kita tinggal membenahi apa yang
perlu dibenahi dan meningkatkan apa yang perlu ditingkatkan.
Terkait
program unggulan, menurutnya, akan melanjutkan program-program yang telah
dijalankan oleh menteri sebelumnya. Terkait program baru, ia akan membicarakan
lebih lanjut dengan menteri sebelumnya yakni Eko Putro Sandjojo mengenai
hal-hal yang belum dikerjakan.
22. Menteri Agraria dan Tata Ruang
Sofyan Djalil
Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A.,
M.ALD. (lahir di Aceh Timur, Aceh, Indonesia, 23 September 1953; umur 66 tahun)
adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia saat ini. Ia pernah menjabat
sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia pada Kabinet
Indonesia Bersatu. Sebelumnya dari Oktober 2004 hingga Mei 2007 ia menjabat
sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang sama. Pada 26
Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015, ia dipilih menjadi Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019 oleh Presiden
Jokowi, selanjutnya ia digantikan oleh Darmin Nasution pada perombakan Kabinet
Kerja, ia menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau
Kepala Bapennas dari tanggal 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016 pada Kabinet
Kerja dan digantikan oleh Bambang Brodjonegoro pada perombakan kabinet yang
kedua .
Biografi
singkat
Sofyan
berasal dari keluarga sederhana di Peureulak, Aceh Timur. Karena dia sadar
kemampuan ayahnya yang tukang cukur dan ibunya yang guru ngaji, Sofyan saat
kecil mencari uang dengan menjual telur itik di daerahnya. Sejak dewasa, dia
pindah ke Jakarta, dan sempat menjadi penjaga mesjid di Menteng Raya 58 dan
kondektur metromini. Pada saat itu juga ia terlibat dalam aktivitas kegiatan
kemasyarakatan sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seiring
perjalanan waktu, dengan kegigihan yang dimiliki Sofyan, akhirnya dia bisa
kuliah di Universitas Indonesia, dan suatu ketika berkenalan dengan Ratna
Megawangi dari IPB Bogor, sampai mereka menjalani kehidupan keluarga dan kuliah
di Amerika.
Pendidikan
·
Sarjana Hukum (SH),
Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, bidang studi Hukum Bisnis, tahun
1984
·
Master of Arts (M.A.),
The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford,
Massachusetts, Amerika Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989
·
Master of Arts in Law and
Diplomacy (M.A.L.D.), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts
University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Economic
Relation, tahun 1991
·
Doctor of Philosophy
(Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford,
Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law
and Policy, tahun 1993
Sertifikasi
·
Wakil Penjamin Emisi
Efek, Panitia Standar Profesi Pasar Modal, tahun 1996
·
Wakil Manajer Investasi,
Panitia Standar Profesi Pasar Modal, tahun 1997
Pengalaman
kerja
·
Menteri Negara BUMN
Republik Indonesia(2007-2009)
·
Menteri Komunikasi dan
Informasi Republik Indonesia (2004-2007)
·
Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian(2014-2015)
·
Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (2015-2016)
·
Menteri Agraria dan Tata
Ruang/Kepala BPN RI
·
Kepala Bidang Telaah
Strategis Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia(2010-2014)
·
Managing Partner, Sofyan
Djalil & Partners
·
Komisaris Utama, PT Multi
Adiprakarsa Manunggal (Kartuku)
·
Komisaris Independen, PT
Kimia Farma, Tbk (Mei 2003-sekarang)
·
Pengurus, Lembaga
Komisaris dan Direktur Indonesia, LKDI (2003-sekarang)
·
Anggota, Badan Arbitrasi
Pasar Modal Indonesia, BAPMI (2003-sekarang)
·
Anggota Tim Ahli, Komite
Nasional Good Corporate Governance (2001-sekarang)
·
Anggota Tim Pakar,
Departemen Kehakiman dan HAM RI (2001-sekarang)
·
Konsultan Good Corporate
Governance untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Elnusa, PT Jamsostek, PT
Waskita Karya, PT Surveyor Indonesia, PT Pupuk Kujang, PT Wijaya Karya, PT
Pembangkitan Jawa Bali, PT Pelabuhan Indonesia III, Perum Pegadaian, PT
Indonesia Power, PT Pupuk Sriwijaya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk
(2001-2004)
·
Konsultan Corporate
Communication, untuk PT Caltex Pacific Indonesia, PT PLN Kantor Pusat (200-2004)
·
Direktur Eksekutif,
Lembaga Komisaris dan Direksi Indonesia (2001-2003)
·
Komisaris Utama, PT Pupuk
Iskandar Muda (1999-Juli 2004)
·
Komisaris, PT Perusahaan
Listrik Negara (1999-Mei 2002)
·
Komisaris, PT Pelabuhan
Indonesia III (1998-Mei 2001)
·
Anggota, Komite Nasional
Kebijakan Good Corporate Governance (1999-2000)
·
Staf Ahli Menteri Negara
Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan
Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000)
·
Kepala Divisi Riset dan
Pengembangan, PT Bursa Efek Jakarta (Maret 1998-Juni 19988)
·
Konsultan, pada Asosiasi
Modal Ventura Indonesia (AMVI); Brunei Investment Agency (BIA); Tabungan Wajib
Perumahan TNI-AD (TWP-AD), dan lain-lain (1997)
·
Konsultan/Narasumber
persiapan go public pada berbagai perusahaan PT Garuda Indonesia, PT Telkom,
Pasaraya, Pupuk Kaltim, Bank Tata, SZS Consulting, Bank Jaya, dan lain-lain
(1997)
·
Peneliti/Konsultan,
Centre for Policy and Implementation Studies (CPIS)-Departemen Keuangan,
menangani berbagai proyek antara lain Kupedes/Simpedes untuk BRI, Program
Restrukturisasi BUMN, Perdagangan Internasional dan Kerjasama Regional, dan
lain-lain (1997)
·
Tim mediasi perundingan
pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005)
Pengalaman
akademis dan organisasi
·
Dosen, pada Program Pasca
Sarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (2001-sekarang)
·
Dosen, pada Program Pasca
Sarjana Fakultas Hukum UI (2000-sekarang)
·
Dosen, pada Fakultas
Ekonomi dan Program Magister Manajemen Universitas Indonesia (FE-UI dan MM-UI)
(1993-sekarang)
·
Dosen, pada Diklat
Manajemen LPPM, Jakarta (1997)
·
Dosen, pada Diklat
Pengembangan Kepemimpinan Profesional (DPKP) BUMN-Departemen Keuangan (1997)
·
Dosen, pada Program
Magister Manajemen Universitas Sahid dan LPPM (1994-1995)
·
Dosen, pada Lembaga
Manajemen Keuangan dan Akuntansi (LMKA), Yayasan Pengembangan Insan Pasar Modal
(Yuppies), LM-Gika, Equitas Institute (1994-1995)
·
Dewan Kehormatan Pusat
Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) 2008-2011
Kecocokan
Sebagai
menteri agraria dan tata ruang Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD.
sangatlah tepat dan sesuai. Karena dapat diliat dari segi pengalaman kerjanya,
saya kira sudah mahir dalam bidangnya. Dimana Pada masa Kabinet Indonesia
Bersatu pimpinan SBY, tepatnya Oktober 2004 hingga Mei 2007, ia terpilih
sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Di masa SBY pula, ia juga menjabat
sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia. Semasa Kabinet Kerja
pimpinan Jokowi, Sofyan telah menjajal tiga pos menteri. Pada masa Kabinet
kerja jilid I, tepatnya pada 6 Oktober 2014 hingga 12 Oktober 2015, ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian, Saat Jokowi melakukan reshuffle di tahun 2015, ia dipindah
menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau Kepala Bapennas
hingga 2016. Di tahun 2016 hingga saat ini, ia menduduki posisi Menteri ATR.
Dikutip dari situs Kementerian ATR, sebagai Menteri BUMN, Sofyan melakukan
reformasi BUMN dengan mempercepat proses restrukturisasi dan privatisasi juga
secara agresif merekrut eksekutif professional dari berbagai latar belakang
untuk menjadi pemimpin BUMN.
23. Mentri keuangan Sri
Mulyani
Sri
Mulyani lahir di Tanjung Karang (sekarang Bandar Lampung), Provinsi Lampung,
tanggal 26 Agustus 1962. Dia adalah anak ketujuh dari seorang dosen
universitas, Prof. Satmoko
dan Retno Sriningsih. Sri Mulyani mendapatkan gelar dari Universitas Indonesia pada
1986. Ia kemudian memperoleh gelar Master dan Doctor di bidang ekonomi dari
University Illinois at Urbana-Champaign pada 1992. Dengan gelar Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc.,
Ph.D . Tahun 2001, ia pergi ke Atlanta, Georgia,
untuk bekerja sebagai konsultan untuk USAID (US
Agency for International Development) demi tugas untuk memperkuat otonomi
di Indonesia. Ia juga mengajar dalam ekonomi Indonesia sebagai professor
di Andrew Young School of Policy Studies di Georgia
State University. Dari tahun 2002 sampai 2004 ia menjabat sebagai
direktur eksekutif IMF mewakili
12 negara Asia Tenggara.Sri Mulyani adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama
yang menjabat sebagai Direktur
Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya
mulai 1
Juni 2010 hingga
dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko
Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan
menggantikan Bambang Brodjonegoro,
dia mulai menjabat lagi sejak 27
Juli 2016.
Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.
Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia maka ia pun meninggalkan
jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu. Sebelum menjadi menteri keuangan,
dia menjabat sebagai Menteri
Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.
Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.
Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM
FEUI) sejak Juni 1998.
Pada 5
Desember 2005,
ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan
perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan
menggantikan Jusuf
Anwar. Sejak tahun 2008,
ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian,
setelah Menko Perekonomian Dr.
Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk
tahun 2006 oleh Emerging
Markets pada 18
September 2006
di sela Sidang Tahunan Bank
Dunia dan IMF di Singapura
. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi
majalah Forbes tahun
2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi
majalah Globe
Asia bulan Oktober 2007. Ia menikah
dengan Tony Sumartono yang juga seorang ekonom dan kemudian mempunyai tiga
anak. Ia tidak pernah mempunyai hubungan dengan partai politik mana
pun
Pendidikan
Spesialisasi penelitian
- Ekonomi Moneter dan Perbankan
- Ekonomi Tenaga Kerja
Pengalaman kerja
- Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi
dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni
1998–Sekarang
- Narasumber Sub Tim Perubahan UU
Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998
s.d. Maret 1999.
- Tim Penyelenggara Konsultan Ahli
Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999–2000, Kelompok Kerja Bidang
Hukum Bisnis, Menteri Kehakiman Republik Indonesia, 15 Mei 1999–Sekarang
- Anggota Tim Asistensi Menteri
Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998–sekarang.
- Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja
LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan
Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999–Sekarang
- Redaktur Ahli Majalah bulanan
Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998–Sekarang
- Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa
S-3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 Program Doktor (S-3)
Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor, Juni 1998
- Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi
Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana
Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996–2000
- Kepala Program Magister Perencanaan
Kebijakan Publik-UI, 1996–Maret 1999
- Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM
FEUI, Mei 1995–Juni 1998
- Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan
Latihan LPEM FEUI, 1993–Mei 1995
- Research Associate, LPEM FEUI,
1992–Sekarang
- Pengajar Program S-1 & Program
Ekstensi FEUI, S-2, S-3, Magister Manajemen Universitas Indonesia,
1986–Sekarang
- Anggota Kelompok Kerja – GATS
Departemen Keuangan, RI 1995
- Anggota Kelompok Kerja Mobilitas
Penduduk Menteri Negara Kependudukan – BKKBN, 1995
- Anggota Kelompok Kerja Mobilitas
Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei–Desember 1995
- Staf Ahli Bidang Analisis
Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994–1995
- Asisten Profesor, University of
lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990–1992
- Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi –
Universitas Indonesia, 1985–1986
Kecocokan
Dari
pengalaman Sri Mulyani serta prestasi dan memiliki rekam jejak yang baik dalam
semua pengalaman kerjanya yang terjun di dunia ekonomi , maka sri mulyani sudah cocok menjadi mentri keuangan. Karena di era
pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani dua kali menjabat
sebagai menteri keuangan dan kini di era Presiden Joko Widodo 2014-2019,
kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani dalam karirnya sudah
beberapa kali dinobatkan sebagai penjaga keuangan negara terbaik, baik itu di
dunia maupun di negara-negara kawasan. Ketika pertama kali dilantik sebagai
bendahara negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005,
ada sejumlah prestasi yang ditorehkan beberapa di antaranya adalah menstabilkan
ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya
pinjaman, mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian, serta memberikan kepercayaan
kepada investor.
24. Mentri pendidikan dan
kebudayaan :Nadiem Makarim
Pendidikan
Karier dan Bisnis
·
McKinsey & Co
(2006-2009)
Sekembalinya dari Harvard dengan gelar MBA, Nadiem memutuskan untuk
pulang ke tanah air dan bekerja di McKinsey & Co. Nadiem menjadi konsultan
McKinsey selama 3 tahun.
·
Zalora Indonesia
(2011-2012)
Nadiem menjadi Co-Founder dan Managing Director Zalora
Indonesia pada tahun 2011. Pada 2012,
Nadiem memutuskan keluar dari Zalora untuk membangun startup sendiri, termasuk Gojek yang pada waktu itu memiliki 15 karyawan
dan 450 mitra driver. Dia mengaku telah belajar cukup banyak di Zalora, yang
merupakan tujuan utamanya ketika menerima pekerjaan di perusahaan itu. Di
Zalora, Nadiem memiliki kesempatan membangun mega startup dan bekerja dengan
sejumlah talenta terbaik di kawasan Asia.
·
Kartuku (2013-2014)
Sambil mengembangkan Gojek, Nadiem juga menjadi Chief Innovation Officer
Kartuku setelah keluar dari Zalora. Saat awal berdiri, Kartuku tidak ada
kompetitor dalam sistem pembayaran non-tunai di Indonesia. Kartuku
kemudian diakuisisi Gojek untuk memperkuat GoPay.
·
Gojek (2010-2019)
Nadiem mendirikan Gojek pada 2010 dan kini Gojek sudah menjadi salah satu
dari 19 decacorn di dunia, dengan valuasi Gojek mencapai USD 10 miliar. Gojek
pertama kali berdiri sebagai call centre, menawarkan hanya pengiriman barang
dan layanan ride-hailing dengan sepeda motor. Sekarang, Gojek telah bertransformasi menjadi super app, menyediakan
lebih dari 20 layanan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, kebutuhan
sehari-hari, pijat, bersih-bersih rumah, logistik hingga platform pembayaran
digital yang dikenal dengan GoPay. Karier bisnis Nadiem Makarim di Gojek
membawanya masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Globe Asia. Nadiem Makarim diperkirakan memiliki nilai kekayaan mencapai
US$100 juta.
·
Kabinet Indonesia Maju
(2019-sekarang)
Pada 22 Oktober 2019, Nadiem dipanggil secara resmi menyatakan bahwa
dirinya mengundurkan diri sebagai CEO Gojek setelah pagi harinya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke istana negara. Pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo
mengumumkan kabinet menterinya dengan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Kecocokan
Menurut saya Nadiem Makarim cocok Sebagai mentri
pendidikan dan kebudayan, meskipun Nadiem Makarim bertolak belakang dengan
latar belakang dirinya sebagai pembisnis menjadi mendikbud. Namun Nadiem
Makarim memiliki gagasan yang mengatakan kehadiran teknologi hanya sebatas untuk mendukung proses belajar
mengajar di kelas sebagai sarana pemerataan mutu pendidikan. Hal itu
karena anggapan masyarakat bahwa dibawah kepemimpinan beliau akan mengutamakan
aspek teknologi. Akan tetapi yang terpenting itu manusianya yang dibina
dan di didik untuk bisa menggunakan teknologi sebagai pembantu. Sumber daya
manusia harus lebih cerdas, lebih berkualitas dan lebih bekerja keras dari
teknologi dan tetap untuk membentuk SDM yang berkualitas, bermoral dan berdaya
saing diutamakan dari manusianya sendiri.
25. MENTRI
PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT : Basuki Hadimuljono
Pendidikan
Formal
· Teknik Geologi, Universitas Gajah Mada, 1979
· Master of Science, Civil Engineering Colorado
State University, USA, 1989
· Doctor of Philosophy, Civil Engineering,
Colorado State University, USA, 1992
·
Proyek Pengembangan Air Tanah Jawa Tengah (1981-1984)
·
Proyek Pengembangan Air Tanah Nusa Tenggara Timur (1985-1993)
·
Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadane
(2000-2001)
·
Direktur Wilayah Tengah, Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002)
·
Kepala Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat
Jenderal (2002-2003)
·
Direktur
Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005)
·
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007)
·
Inspektur
Jenderal (2007-2013)
·
Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013-2014)
·
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-Sekarang)
Prestasi
Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Perumahan & Permukiman (Peningkatan
Kualitas Perumahan Dan Infrastruktur Kawasan Permukiman)
·
Pembangunan SPAM Regional Umbulan (dimulai 2017)
·
Renovasi dan
pembangunan 33 venue di DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat
·
Pembangunan 44.893 unit Rusun di seluruh Indonesia
·
Pembangunan Perpustakaan Apung di Tambak Lorok Semarang, Jateng
·
Pemanfaatan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) pada pembangunan
sekolah di Aceh
·
Pembangunan
473.165 unit Rumah Swadaya
·
Pembangunan 22.358 unit Rumah Khusus
Pendapat mengenai
mentri Basuki
Hadimuljono sebagai Mentri PUPR
Menurut pendapat saya, pak Presiden Joko Widodo tepat
dalam memilih pak Basuki Hadimuljono sebagai Menteri PUPR karena melalui
perjalanan Pendidikan, Jabatan dan Prestasi pak Basuki Hadimuljono sangat
mendukung untuk menjabat sebagai MENPUPR. Selain itu, pak Basuki Hadimuljono
sebagai mantan MENPUPR (2014-2016) cukup mahir dan paham akan dunia pekerjaan
dan pembangunan.
26. MENTERI
PERHUBUNGAN RI : BUDI KARYA SUMADI
Pendidikan Formal
·
SD Muhamadyah (1969)
·
SMP Negeri I Talang Semut Lama (1972
·
SMA Xaverius I (1975)
·
Uiversitas Gadjah Mada Jurusan Arsitektur (1981)
Riwayat Jabatan
·
Ass. Perencana Design Center FT UGM (1979)
·
Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM (1979-1980)
·
Staf Dept. Real Estate pada Business Development Pembangunan &
Property - -- Management PT Pembangunan Jaya (1982-1991)
·
Manager Marketing Property PT. Pembangunan Jaya Ancol (1989-1991)
·
General Manager PT. Semarang Bukit Jaya Metro (1991-1992)
·
Wakil Direktur PT. Jaya Land (1992-1994)
·
Direktur Keuangan PT. Jaya Land (1994-2001)
·
Direktur Keuangan PT. Jaya Real Property Tbk. (1994-2001)
·
Direktur Pengembangan PT. Jaya Garden Polis (1994-2001)
·
Presiden Direktur PT. Wisma Jaya Artek (1996-2001)
·
Direktur Keuangan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2001-2004)
·
Direktur Keuangan PT. TIJA (2001-2004)
·
Komisaris PT. Philindo (2001-2013)
·
Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2004-2013)
·
Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (2004-2013)
·
Direktur Utama Angkasa Pura II (2015-2016)
·
Menteri Perhubungan Indonesia (2016-Sekarang)
Pendapat mengenai BUDI KARYA SUMADI sebagai Mentri
Perhubungan RI
Menurut pendapat saya, pak Presiden Joko Widodo kurang
tepat dalam memilih pak Basuki Hadimuljono sebagai Menteri Perhungan karena
melalui perjalanan Pendidikan dan Jabatan
pak Basuki Hadimuljono kurang mendukung untuk menjabat sebagai MENHUB.
Selain itu, pak Basuki Hadimuljono lebih banyak berkarir dibidang direktur
Keuangan yaitu yang berhubungan dengan perekonomian.
27. Prof. Bambang Permadi
Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. ( Menteri Riset Teknologi periode
2019-2024)
Beliau
lahir di Jakarta, 3 Oktober 1966 umur 53 tahun. adalah Menteri Riset, Teknologi
dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada
Kabinet Indonesia Maju, yang efektif resmi dilantik pada 23 Oktober 2019.
Sebelumnya, pada Kabinet Indonesia Kerja Presiden Joko Widodo, Bambang
Brodjonegoro dipercaya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
Indonesia sejak 27 Juli 2016, sebelumnya di Kabinet yang sama dia adalah
Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak tanggal
27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016. Sebelumnya ia merupakan Wakil Menteri
Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II.
Ia
menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi,
Universitas Indonesia pada 1990. Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah
Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional. Setahun berikutnya, Brodjonegoro
melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991-1993) pada University of
Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat, sekaligus melanjutkan program
doktoral di universitas yang sama hingga 1995.
Bambang
Brodjonegoro dikenal baik di dalam maupun di luar kalangan akademik. Sebagai
akademisi, kariernya dimulai sebagai staf pengajar di FE - UI hingga merangkak
naik menjadi Ketua Jurusan Ekonomi hingga Dekan Fakultas Ekonomi, UI. Kepakaran
dan keluasan pengalaman di bidang ekonomi, khususnya terkait desentralisasi
wilayah, membuat Brodjonegoro sering diundang sebagai dosen atau guru besar
tamu bagi banyak universitas di dalam dan luar negeri.
Di
luar dunia akademik, nama Bambang Brodjonegoro juga dikenal mulai dari tingkat
pasar modal hingga pemerintahan. Pria yang juga aktif dalam berbagai organisasi
sosial ini sangat tidak asing dengan banyak Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN)
seperti PT. PLN, PT. ANTAM, PT. TELKOM, dan lain-lain. Kepakarannya dalam
bidang Ekonomi Pembangunan, khususnya wilayah perkotaan, membuat banyak
perusahaan dan lembaga pemerintah memberi kepercayaan untuk duduk sebagai dewan
komisionaris dan atau konsultan independen.
Pendidikan
:
·
University of Illinois at
Urbana-Champaign, 1993 - 1997, Ph.D. (Tata Wilayah dan Perkotaan), Bidang
Studi: Ilmu Regional dan Ekonomi Pembangunan
·
University of Illinois at
Urbana-Champaign, 1991 - 1993, M.U.P. (Tata Kota), Bidang Studi: Tata Transportasi
& Ekonomi Pembangunan.
·
Universitas Indonesia,
Jakarta, 1985 - 1990, S.E., Bidang Studi: Ekonomi Pembangunan & Ekonomi
Regional.
Karier
:
·
Mitra Peneliti,
LPEM-FEUI, 1997 - 2005.
·
Ketua, Formulasi Sistem
Rencana Pembangunan, JICA dan Bappenas
·
Koordinator, Jejaring
Universitas untuk Pengembangan Ekonomi Lokal, LPEM - FEUI dan Open Society
Institute, Hungaria
·
Ketua, Formulasi Dana
Alokasi Umum (DAU), Dutch Trust Fund, Bank Dunia
·
Ketua, Dampak Ekonomi PT
INCO terhadap Ekonomi Lokal dan Nasional
·
Penasihat Kependudukan
untuk Indonesia, The Open Society Institute, Hungary
·
Ketua, Formulasi
Institusi Transfer antar-pemerintah di Indonesia, Dutch Trust Fund, Bank Dunia
·
Ketua, Penelitian
Gabungan Jepang-Indonesia untuk Desentralisasi Indonesia, JICA
·
Anggota, Kebijakan
Desentralisasi Fiskal dan Tinjauan Belanja Umum Wilayah di Indonesia, JBIC
·
Anggota, Pembangunan
Kemampuan Desentralisasi, JICA
·
Ketua, Dampak Kilang Gas
'Tangguh' terhadap Perekonomian Papua, British Petroleum (BP)
·
Ketua, Pembagian Pendapatan
Sumber Daya Alam untuk Aceh, Koordinator Menteri Perekonomian
·
Ketua, Kajian Wilayah
Perdagangan Bebas di Indonesia, Kementrian Dagang dan Industri
·
Ketua, Prakiraan
Pertumbuhan Ekonomi Provinsi di Indonesia (2001 - 2005), BAPPENAS
·
Ketua, Strategi Alternatif
Pembangunan dan Proyeksi Ekonomi Pulau Batam 2005, Otorita Industri
Pengembangan Wilayah (Badan otorita) Batam
·
Ketua, Dampak Situasi
Makroekonomi terhadap Permintaan Telekomunikasi Internasional, PT INDOSAT
·
Ketua, Estimasi
Permintaan Kebutuhan Telekomunikasi Lokal, PT TELKOM Indonesia
·
Ketua, Peran PT ASTRA
Group dalam Perekonomian Indonesia, Yayasan Dharma Bakti Astra
·
Ketua, Model Ekonomi
Dampak di DKI Jakarta, BAPPEDA Jakarta
·
Anggota, Kajian
Distribusi Semen di Indonesia, Asosiasi Pengusaha Semen Indonesia sebagai
Peneliti Senior, Laboratorium Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 2002 – sekarang
·
Tenaga Ahli, Ulasan
Sejawat Rencana Implementasi Proyek (Individual Action Plan) APEC untuk Rusia,
Sekretariat APEC
·
Tenaga Ahli, TA untuk
Badan Penasihat Otonomi Wilayah, Bank Pembangunan Asia (ADB)
·
Tenaga Ahli, Ulasan
Sejawat Rencana Implementasi Proyek (Individual Action Plan) APEC untuk
Selandia Baru, Sekretariat APEC
·
Tenaga Ahli, Penentuan
Jumlah optimal Provinsi di Indonesia, Kementerian Dalam Negeri dan Kerja sama
·
Ketua, Pemetaan Ekonomi
Wilayah di Indonesia, Bank Indonesia
·
Pakar Desentralisasi
Fiskal, RENSTRA Nasional untuk Desentralisasi di Indonesia, ADB
·
Pakar Ekonomi
Perhubungan, Konsekuensi Ekonomi Kecelakaan Jalan Raya, ADB
·
Ketua, Kebijakan
Perubahan (Transformasi) dan Industrialisasi di Asia Tenggara, Yayasan
SASHAKAWA
·
Ketua, Strategi
Pengentasan Kemiskinan Kota, BAPPENAS
·
Ketua, Penentu Inflasi
Regional di Indonesia, Bank Indonesia
·
Ketua, Pembangunan
Regional dan Desentralisasi di Indonesia, Bank Mandiri
·
Anggota, Tim Pembentukan
Dana Alokasi Umum Indonesia, Kementerian Keuangan, September – Desember 2000
dan April – Agustus 2001
·
Konsultan, Manajemen
Sumber Daya Alam USAID, Agustus - September 1999.
·
Konsultan, UNDP/UNSFIR
(Kantor Jakarta), November 1998 - Februari 1999.
·
Konsultan, UNDP/RBAP, Mei
1998 - Juni 1998.
·
Asisten Peneliti,
Regional Economics Applications Laboratory, University of Illinois at
Urbana-Champaign, September 1995 - Agustus 1997
·
Asisten Peneliti, Pusat
Ekonomi antar-Universitas, UI Jakarta, 1989 - 1991. Tugas pengumpulan data,
analisis data, penyiapan sebagian laporan akhir untuk proyek berikut:
·
Evaluasi Ekonomi Sistem
Transportasi di Pulau Jawa, 1990-1991, koordinator: Prof.T.John Kim dan Prof.
Iwan J. Azis);
·
Analisis Komprehensif
terhadap Pembangunan Regional di Indonesia, 1990, Kolaborasi antara IUC
Economics Universitas Indonesia dan IDRC Kanada, koordinator: Prof. Iwan J.
Azis;
·
Evaluasi Rencana Lima
Tahun Pembangunan Transportasi di Kalimantan Timur, Indonesia, 1989,
koordinator: Prof. Iwan J. Azis
·
Kepala Badan Kebijakan
Fiskal, Kementrian Keuangan RI, mulai Januari 2011
·
Direktur Jenderal, The
Islamic Research and Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB),
2009 -2011
·
Dekan FE - UI, 2005 -
2009
·
Ketua Jurusan Ekonomi, FE
- UI, 2002 - 2005
·
Ketua Tim Ahli Menteri
Keuangan untuk Desentralisasi Fiskal, 2007 - 2008
·
Direktur Program
Pascasarjana Ilmu Ekonomi, UI, 2001 – 2004
·
Wakil Direktur bagian
Ekonomi Regional dan Riset Infrastruktur, LPEM-FEUI, 1999 – 2002.
·
Anggota Tim Ahli Menteri
Keuangan untuk Desentralisasi Fiskal, 2005 - 2006
·
Sekretaris Program
Pascasarjana Ilmu Ekonomi, UI, 1998 - 2001
·
Komisionaris Independen,
PT Adira Insurance, 2006 – 2011
·
Komisionaris Independen,
PT PLN, 2004 – 2009
·
Ketua Komite Tata Pamong,
Dewan Komisionaris, PT PLN, 2007 - 2009
·
Anggota Tim Penasihat
Independen, Asia Bond Fund, PT Bahana TCW Investment, 2007 – 2009
·
Ketua Komite Audit, Dewan
Komisionaris PT PLN, 2004 – 2006
·
Menteri Riset, Teknologi,
dan Badan Riset Inovasi Nasional Kabinet Indonesia Maju, 2019 - 2024
Penghargaan :
·
Bintang Mahaputra Utama,
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Oktober 2014[3]
·
Visiting Fellow, The
Indonesia Project – Australian National University (ANU), Canberra, Australia,
Desember 2004
·
Eisenhower Fellowships,
The Single Region Program – Southeast Asia, Amerika Serikat, September –
November 2002
·
ISEAS-World Bank Research
Fellowship Award (as Visiting Research Fellow), The Institute of Southeast
Asian Studies, Singapura, Maret - Juni 1999
·
Visiting Fellow, The
Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Thailand, Maret 1999
·
Academic Scholarship
awarded by the Indonesian Government - HED], Agustus 1991 - Desember 1995
·
Mahasiswa Berprestasi
Universitas Indonesia, 1989
Menurut
pendapat saya pemilihan beliau sebagai Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala
Badan Riset Inovasi Nasional sudah tepat karena diliat dari latar belakang
beliau memang sudah sesuai dalam dunia Riset dan Teknologi bisa dilihat
pendidikan karir dan penghargaan diatas beliau sudah banyak menjabat sebagai
Ahli di dalam negeri maupun diluar negeri.
28. . Dr. H. Zainudin Amali,
S.E., M.Si. (Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2019-2024)
Beliau
lahir di Gorontalo, 16 September 1962 umur 57 tahun adalah Menteri Pemuda dan
Olahraga pada Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada periode
2019-2024, yang merupakan seorang pengusaha dan politikus berdarah Gorontalo.
Zainudin merupakan anggota Partai Golongan Karya yang menjabat sebagai Ketua
DPP Partai Golkar periode 2014-2019.
Zainudin
Amali merupakan anggota DPR-RI yang terpilih sebanyak 4 kali, dimana ia
terpilih pertama kali menjadi anggota dewan mewakili Propinsi Gorontalo pada
periode 2004-2009 serta 3 kali mewakili Propinsi Jawa Timur pada periode
2009-2014, periode 2014-2019, serta periode 2019-2024.[1] Sebelumnya pada tahun
2007, Zainudin dianugerahi Penghargaan Konservasi Danau Limboto (Limboto Lake
Conservation Award) untuk Kategori Prakarsa Konservasi. Beliau kini ditunjuk
menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga pada kabinet Indonesia Maju oleh Presiden
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin
Pendidikan
:
·
SD Negeri Buhu, Gorontalo
·
SMP Negeri I Manado
·
SMA Negeri IV Manado
·
Akademi Perbankan dan
Akuntansi, Jakarta
·
STIE Swadaya, Jakarta
·
Universitas Prof. Dr.
Moestopo, Jakarta
·
Institut Pemerintahan
Dalam Negeri (IPDN), Jakarta
Karier
dan Riwayat Pekerjaan :
·
Menteri Pemuda dan
Olahraga pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024
·
DPR RI periode 2019-2024
dari daerah pemilihan Jawa Timur
·
DPR RI periode 2014-2019
dari daerah pemilihan Jawa Timur
·
DPR RI periode 2009-2014
dari daerah pemilihan Jawa Timur
·
DPR RI periode 2004-2009
dari daerah pemilihan Gorontalo
·
Direktur PT. Putra Mas
2000-2002
·
Komisaris PT. Wirabuana
Dwi Jaya Persada
·
Komisaris PT. Gitrana
Sendiko 1996-1997
·
Direktur PT. Surya Terang
Agung 1996-1998
·
Direktur PT. Makmur
Triagung 1996-2000
·
PT. Supra Dinakarya 1993
- 1996
Riwayat
Organisasi :
·
Sekretaris Jenderal DPP
Partai Golkar 2015 - 2016
·
Ketua DPP Partai Golkar
2014 - 2019
·
Ketua DPD Partai Golkar
Wilayah Jawa Timur 2013 - 2014
·
Ketua AMPI 2003 - 2008
·
Wakil Sekjen PP AMPG 2002
- 2008
·
Wakil Sekjen REI 1998 -
2001
·
Ketua Umum Gema Kosgoro
1994 - 1998
·
Ketua Umum Senat Mahasiwa
STIE Swadaya 1988 - 1990
·
Ketua Bakornas Lembaga
Mahasiswa Islam 1986 – 1987
Menurut
pendapat saya pemilihan beliau sebagai menteri Pemuda dan Olahraga sudah tepat
karena diliat dari latar belakang beliau aktif dalam berbagai organisasi dalam
kemahasiswaan dan beberapa kali terpilih menjadi anggota DPR RI.
29. Mentri tenaga
kerja : Ida Fauziah
Menurut
saya beliau mempunyai latar belakang ke pendidikan dan agama , tapi beliau bisa
membangun tenanga kerja melalui pendidikan dari Indonesia , beliau cocok untuk
menjadi mentri tenaga kerja
30. Mentri
perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
Menurut saya dari latar belakang beliau yang
sudang berkecimpung di dunia politik lebih lama dan mempunyai latar belakang
yang berbeda dengan jabatannya sekarang , saya rasa beliau akan mampu untuk
mengatasi perindustrian di Indonesia, dari banyaknya pengalaman yang beliau
petik selama di dunia politik
31. Menteri Agama:
Jenderal Fachrul Razy
Melihat
dari latarbelakang pendidikan beliau, beliau lebih cocok untuk menjabat sebagai
Menteri Pertahanan atau Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan
Keamanan. Karena beliau sendiri adalah pendiri partai Hanura dan memiliki ilmu
tentang pertahanan dan keamanan negara.
32. Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly
Beliau
sudah cocok untuk menjadi menteri hukum dan hak asasi manusia dimana latar
belakang pendidikan beliau adalah hukum dan profesi beliau adalah sebagai
pengacara dan penasihat hukum. Saya rasa beliau sudah cukup berpengalaman dalam
bidang hukum.
33. Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko,
S.I.P
Latar
Belakang :
(lahir di Kediri, Jawa Timur, 8 Juli 1957;
umur 62 tahun) adalah tokoh militer Indonesia yang saat ini menjabat sebagai
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 17 Januari 2018. Ia menjabat sebagai
Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015. Ia juga pernah menjabat
sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013
Moeldoko yang
dilahirkan di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri ini merupakan putra
bungsu dari 12 bersaudara pasangan Moestaman dan Masfu'ah. Saudara-saudaranya
adalah Moesadi, Muhammad Sujak, Poerwono, Suyono, Sugeng Hariyono, Supiyani,
dan Siti Rahayu. Ia menikah dengan Koesni Harningsih dan memiliki 2 anak,
yaitu: Randy Bimantara dan Joanina Rachmaa.
Semasa masih
aktif menjabat Panglima TNI, Moeldoko mendirikan masjid megah, Masjid Dr. H.
Moeldoko. Masjid yang berada dalam kompleks Islamic Center itu berlokasi
di perbatasan kota Jombang dan Kediri. Masjid ini diresmikan pada 1 Juni 2016,
lebih cepat dari peresmian Islamic Centre Dr. H. Moeldoko yang baru
diresmikan pada 6 Juni 2016. Masjid ini dilengkapi fasilitas pendidikan dan
sosial seperti panti asuhan, madrasah, gedung TKA Dharma Wanita, Taman
Pendidikan Al Qur'an.
Moeldoko juga
mendirikan M Foundation, sebuah yayasan sosial yang memiliki fokus kegiatan
sosial dalam hal memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak yatim hingga
jenjang perguruan tinggi. Bantuan pendidikan M Foundation diberikan dengan
persyaratan siswa akan diseleksi dan dievaluasi prestasi belajarnya secara
berkala. Moeldoko ingin agar anak-anak yang dibantu M Foundation ini menjadi
manusia Indonesia yang lengkap seutuhnya, hablum minan-nas pun juga hablum
minallah
Pendidikan militer
- Akabri (1981) (Lulusan Terbaik - Adhi Makayasa &
Tri Sakti Wiratama)
- Kursus Dasar
Kecabangan Infanteri
- Kursus Dasar Para
- Susjurpa Jumpmaster
- Sus Bahasa Inggris
- Sus Kasi Ops
- Suslapa-1 Inf
- Suslapa Inf
- Seskoad (1995) (Lulusan Terbaik)
- Sesko TNI (2001)
- Susdanrem
- Susstrat Perang
Semesta
- PPRA XLII Lemhannas
(2008)
Riwayat jabatan
- Danton Yonif Linud
700/BS Kodam XIV/Hasanuddin (1981)
- Danki A Yonif Linud
700/BS Kodam XIV/Hassanuddin (1983)
- Kasi Operasi Yonif
Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana
- Perwira Operasi Kodim
1408/BS Makassar
- Wakil Komandan Yonif
202/Tajimalela
- Kasi Teritorial Brigif-1
PAM IK/JS
- Komandan Yonif
201/Jaya Yudha (1995)
- Komandan Kodim 0501
Jakarta Pusat (1996)
- Sespri Wakasad (1998)
- Pabandya-3 Ops
PB-IV/Sopsad
- Komandan Brigif-1/Jaya
Sakti (1999)
- Asops Kasdam
VI/Tanjung Pura
- Dirbindiklat Pussenif
- Komandan Rindam
VI/Tanjung Pura (2005)
- Komandan Korem
141/Toddopuli Bone (2006)
- Pa Ahli Kasad Bidang
Ekonomi (2007)
- Direktur Doktrin Kodiklat
TNI AD (2008)
- Kasdam Jaya (2008)
- Panglima Divisi
Infanteri 1/Kostrad (2010)
- Panglima Kodam
XII/Tanjungpura (2010)
- Panglima Kodam
III/Siliwangi (2010)
- Wakil Gubernur Lemhannas
(2011)
- Wakasad (2013)
- KSAD (2013)
- Panglima TNI (2013-2015)
Riwayat Organisasi
- Anggota Dewan Pembina
DPP Partai Hanura (2016-2017)
- 34.Wakil Ketua Umum
DPP Partai Hanura (2017-sekarang)
- Ketua Umum HKTI
(2017-2020)
Pendapat Tentang Kecocokan Sebagai Staff Kepala
Kepresidenan :
Berdasarkan latar belakang dan juga riwayat pendidikan
serta pengalaman dan jenjang karrir yang beliau punya bapak moeldoko pantas
menjabat sebagai staff kepala kepresidenan dikarenakan beliau berasal dari
anggota kemiliteran dan juga merupakan lulusan terbaik ilmu pemerintahan serta
jenjang karrir yang beliau punya didunia
militer juga memberi beliau banyak pengalaman dalam hal kepemerintahan.
34. Pramono Anung
Latar Belakang :
(lahir
di Kediri, Jawa Timur, 11 Juni 1963; umur 56 tahun) adalah politikus Indonesia
yang menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia sejak 12 Agustus 2015. Ia
juga pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR
RI) mewakili PDI Perjuangan periode 2009-2014
Ia menempuh
pendidikan sarjana di Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung dan
Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada.[1]
Pada 11 Januari 2013, Pramono resmi menyandang gelar doktor Ilmu Komunikasi
Politik dari Universitas Padjajaran.[2][3]
Ia mengawali
kariernya dengan menggeluti dunia bisnis dengan banyak memangku posisi penting,
misalnya direktur di PT. Tanito Harum (1988-1996) dan PT. Vietmindo Energitama
(1979-1982), serta komisaris di PT. Yudhistira Haka Perkasa (1996-1999). Karier
politiknya dirintis dari bawah dengan bergabung menjadi anggota Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).[4]
Pada tahun 2000
ia berhasil menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP PDIP. Tahun 2005, Pramono Anung
naik jabatan menjadi Sekretaris Jenderal PDIP. Sebagai Sekjen PDIP, ia bertugas
menggerakkan roda partai hingga ke daerah-daerah. Ia menjadi penggerak untuk
memastikan semua organ partai bekerja memenangkan Megawati dalam Pemilu 2009.
Pada era
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ia terpilih menjadi wakil ketua DPR RI
untuk periode 2009 - 2014.
Riwayat Pendidikan
- Sekolah Dasar (SD) Pawyatan Daha Kediri.
- Sekolah Menengah
Pertama (SMP) Pawyatan Daha -
Kediri (1976-1979).
- Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Kediri (1979-1982).
- Teknik Pertambangan Institut
Teknologi Bandung, Bandung (1982-1988).
- Magister Manajemen Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta (1990-1992).
- Doktor Ilmu Komunikasi
Universitas Padjadjaran, Bandung (2010-2013).
Karier Swasta
- Direktur PT. Tanito
Harum, Jakarta, 1988-1996.
- Direktur PT. Vietmindo
Energitama, Vietnam, 1988-1996.
- Komisaris PT.
Yudhistira Haka Perkasa, Jakarta, 1996-1999.
- Komisaris PT. Mandira
(Mandiri Hana Persada), Jakarta, 1996-1999.
- Komisaris PT.
Yudhistira Hana Perkasa, Jakarta, 1996-1999.
Pengalaman Organisasi
- Ketua Himpunan
Mahasiswa Tambang ITB, Bandung, 1985-1986.
- Ketua Forum Komunikasi
Himpunan Jurusan Dewan Mahasiswa ITB, 1986-1987.
- Ketua Perhapi,
Jakarta, 1998-2000.
- Anggota DPP PDIP,
Jakarta, 1998-2000.
- Wakil Sekretaris
Jenderal DPP PDIP, Jakarta, 2000-2005.
- Sekretaris Jenderal
DPP PDIP, Jakarta, 2005-2010.
Pendapat Tentang Kecocokan Sebagai Sekretaris Kabinet
:
Berdasarkan Latar Belakang baik secara pendidikan
maupun organisasi bapak pramono anung yang diangkat menjadi sekretaris kabinet
menurut pendapat pribadi penulis tidak cocok karena sangat bertolak belakang
dengan fungsi sebagai sekretaris kabinet